Bakal Seru, Tiga Nama Ini Potensial Bakal Calon Bupati di Pilkada Mitra

Tonny Hendrik Lasut, Prisilya Rondo, Ronald Kandoli (Istimewa)

Mitra, Sulutreview – Menjadi seorang bupati di sebuah daerah adalah kehormatan dan kepercayaan yang besar. Tidak mudah bagi seseorang untuk terpilih sebagai seorang kepala daerah karena dibutuhkan beberapa faktor untuk dapat dipilih oleh masyarakat. Baik itu integritas, kredibilitas, kebijakan yang terpercaya dan juga pengalaman.

Alfian Kolinug pemerhati politik asal Minahasa Tenggara menyebutkan bahwa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) pada tahun 2024, terdapat beberapa kandidat yang memiliki peluang untuk memenangkan pilkada ini. Dari beberapa kandidat tersebut, terdapat tiga nama yang paling sering disebutkan dan dinilai memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan Pilkada. Mereka adalah Tonny Hendrik Lasut (THL), Prisilya Rondo (Peron) dan Ronald Kandoli (RK).

THL, Wakil Ketua DPRD Mitra sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Mitra, dipandang sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat kecil dan pekerja keras. Ia mempunyai rekam jejak yang baik dalam bidang politik dan memiliki kapasitas untuk menjadi Bupati yang sukses dan memperhatikan kepentingan rakyat. Selain itu, keunggulan THL adalah ia merupakan politisi yang sangat berpengalaman dan memiliki jaringan politik yang sangat luas.

Selanjutnya Prisilya Rondo, istri dari Anggota DPR RI Mindo Sianipar juga dianggap memiliki peluang yang besar untuk memenangkan Pilkada. Ia dinilai mempunyai kemampuan untuk memperjuangkan hak masyarakat. Selain itu, ia memiliki kebijakan yang terpercaya dan fokus pada pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, Ronald Kandoli. Sebagai seorang pengusaha, ia telah banyak membantu masyarakat di daerah ini. Ronald memiliki pengalaman sebagai Wakil Bupati periode 2013-2018 dan kemampuan untuk memimpin Kabupaten Mitra. Ia juga dekat dan memiliki dukungan dari berbagai kalangan masyarakat di Mitra.

Menurutnya, ketiga figur tersebut memiliki daya tarik yang tinggi sebagai calon bupati potensial di Minahasa Tenggara pada tahun 2024. Namun, masyarakat akan menjadi penentu akhir dalam menentukan pilihan.

“Kemampuan masyarakat dalam menentukan pemimpin yang tepat sangat menentukan perkembangan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan arah pembangunan daerah,” tandasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.