Manado, Sulutreview.com – Realisasi penambahan jumlah pengguna pembayaran nontunai QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Utara (Sulut) sampai dengan Oktober 2023 mencapai 166.926 atau 87,43 persen dari target tahun 2023 (190.922).
Dari sisi volume transaksi QRIS di Sulut mencapai 3.654.265 transaksi atau sebesar 203,47 persen dari target tahun 2023 sebesar 1.795.956.
“Jumlah merchant di Sulawesi Utara berjumlah 262.014 merchant, dan nominal transaksi mencapai 526,43 miliar,” ungkap Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BI Sulut Renold Asri, pada Kamis (14/12/2023).
Penggunaan QRIS, sebut Renold telah ikut mendorong perekonomian digital yang saat ini berkembang dengan sangat pesat.
“Dengan adanya QRIS turut meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, serta sektor ekonomi dan sistem pembayaran dapat terintegrasi dengan mudah dan cepat,” ujarnya.
Begitu juga dengan pengembangan fitur dan model bisnis QRIS yang terus dilakukan untuk mengakselerasi inklusi ekonomi dan keuangan digital serta mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal akan semakin meningkatkan transaksi digital di Provinsi Sulut menjadi daerah digital, baik di tingkat provinsi/kabupaten dan kota.
Berbagai transaksi, sebut Renold, kini dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan menggunakan smartphone. “Perilaku masyarakat telah berubah. Karena masyarakat telah melihat manfaat atas transaksi secara digital tersebut secara luas, baik oleh pelaku usaha itu sendiri maupun masyarakat,” tukasnya.
Terkait implementasi Digitalisasi Pembayaran, diketahui, BI bekerja sama dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan instansi terkait, melaksanakan program peningkatan penggunaan pembayaran nontunai QRIS di seluruh Indonesia untuk mencapai 45 juta pengguna QRIS dan 1 Milyar Volume QRIS di tahun 2023.
“Bank Indonesia bekerja sama PJP dan instansi terkait, mendorong program elektronifikasi atau pembayaran secara non tunai di berbagai sektor yang berada di wilayah Sulawesi Utara,” tuturnya.
“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas dukungan dan kerjas sama, sehingga pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukan kinerja yang positif,” tukasnya.
Menariknya, potensi untuk pengembangan QRIS di Sulut masih besar dan menjadi market menarik bagi PJP serta menjadi potensi peningkatan transaksi digital di masyarakat.
Bank Indonesia terus melakukan inovasi fitur-fitur yang dimiliki QRIS yaitu QRIS TUNTAS (Tarik Tunai, Transfer, Setor), dan QRIS Cross Border yang sudah diimplementasikan, yaitu Indonesia-Thailand dan Indonesia-Malaysia, sehingga mendukung peningkatan transaksi secara online.(hilda)













