Survey Persepsi Publik dan Performa PLN, Undip Jaring Aspirasi di Sulut

PLN dan Undip lakukan survey tentang layanan dan kepuasan pelanggan. Foto : Hilda

Manado, Sulutreview.com – Peningkatan kualitas layanan yang dilakukan PT PLN (Persero) kepada masyarakat pelanggan,
menjadi parameter penting, bahwa kinerja serta komitmen yang dilakukan tidak diragukan.

Menjawab realita tersebut, tim Universitas Diponegoro (Undip) melakukan survey ke sejumlah daerah, yakni Jakarta, Semarang, Depansar, Mataram, Palembang, Banjarmasin dan Manado-Sulawesi Utara (Sulut).

Sulut masuk kategori yang layak diperhitungkan, terhadap image PLN, untuk menilai apakah sudah benar-benar mampu membuktikan kinerja dan performa yang lebih baik.

Departemen Komunikasi Universitas Diponegoro Nurist Surayya Ulfa dan tim mengatakan, survey yang dilakukan mengandalkan tiga metode yang mencakup internal dan eksternal.

“Metode yang kami lakukan adalah FGD (Focus Group Discussion-red), survey secara internal dan eksternal serta indept interview juga internal dan eksternal,” ucapnya saat
FGD yang bertema ‘Memahami Persepsi Publik untuk Kinerja dan Performa PLN yang Lebih Baik di Four Points Manado, Sabtu (25/11/2023).

Sejumlah poin dan indikator dari survey, sebut Nurist, meliputi kritik konstruktif untuk PLN, yang menyasar image PLN, evaluasi komunikasi korporate, program transisi energi, tingkat kepercayaan masyarakat dan program PLN Peduli yang direalisasikan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami membutuhkan masukan yang konstruktif untuk PLN untuk diperbaiki ke depan. Kritik apa yang bisa di-tagnote. Karena berbagai masukan dan aspirasi akan kami gunakan semuanya,” ungkapnya.

Ia menyampaikan ada 1.400 sample metode survey. Yakni, survey kepada publik internal dan ekesternal dari program corporate transformasi hingga bagaimana upaya perbaikannya.

Pada kesempatan tersebut, Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menyampaikan, riset dan survey secara internal dan eksternal yang dilakukan Undip, bertujuan untuk memastikan bahwa PLN secara berkesinambungan terus melakukan perubahan demi layanan yang andal bagi pelanggan.

“PLN sebagai perusahaan yang lincah dan disegani di skala dunia, berupaya mengembangkan kawasan baru sebagai perusahaan yang menargetkan Net Zero Emission PLN juga optimistis mengembangkan energi baru terbarukan (EBT). Bahkan saat ini PLN telah mewujudkan ekosistem kerakyatan hingga
big data dan Artificial Intellegent. Kesemuanya adalah bentuk transformasi PLN,” tukasnya.

Gregorius juga mengatakan, PLN tidak sekedar memberikan informasi yang kosong tetapi ada perubahan yang intens dilakukan selama tiga tahun terakhir melalui survey.

“Dulu PLN sarat dengan korupsi dan mati lampu. Tetapi saat ini, kami merombak sistem dan seluruh organisasi melalui holding, sub holding yang mengelola pengadaan energi primer, seperti bahan bakar PLTU, batubara untuk suplai kebutuhan PLN,” ujarnya sembari menambahkan bahwa PLN terus membawa komitmen investasi kelistrikan dan Beyond kWh, ikon plus dan konektivitas internet yang dikenal melalui Iconnet.

“Berbagai perubahan di lingkup PLN, kami komunikasikan lewat media masa,” tukasnya.

Ia juga menyampaikan, sejak Covid-19, ketika pelanggan diperhadapkan dengan pembatasan, PLN meluncurkan aplikasi PLN Mobile sebagai garda terdepan layanan PLN.

“PLN Mobile hadir menggantikan semua keruwetan aktivitas manusia. Di mana pelanggan tinggal klik dalam satu genggaman. Karena kepuasan pelanggan adalah yang utama. Nah, untuk perubahan itulah kami lakukan survey,” pungkasnya.

Diketahui, tim survey Undip saat melakukan diskusi dengan menghadirkan sejumlah pihak, yakni Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia YLKI Sulawesi Utara Sulut Aldy Lumingkewas, Micri Maki dari Dinas ESDM Sulut, Ronny Heydemans dari Dinas Koperasi dan UKM Sulut, serta sejumlah jurnalis dari berbagai media, baik cetak, elektronik dan online.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.