Menanti Tim Appraisel,
Kuasa Hukum Agustin Puasa, Walone CS Bakal Lelang 3 Aset Milik AKR/GKIC Manado

Bitung, Sulutreview.com– Setelah melalui proses tahapan yang panjang, dalam proses perkara di Pengadilan Negeri Manado, yang mulai bergelinding sejak tahun 2019, yang diketahui Agustine Puasa sebagai penggugat PT Wenang Permai Sentosa/AKR Land Development GKIC (Grand Kawanua International City), yang telah memasarkan dan menjual bangunan rumah yang tidak memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dalam kata lain, menjual dan memasarkan barang ilegal.

Dimana Pihak developer GKIC/AKR diduga memaksakan, serah terima kepada konsumen-nya Agustince Puasa, dua unit rumah di Grand Casa De Viola cluster Valensia unit C-36 dan C-37, yang tidak memiliki IMB. Padahal rumah telah dibayar lunas.

Sehingga Agustin Puasa melakukan gugatan di PN Manado, melalui salah satu tim kuasa hukum kondang di Sulut yaitu Nico Walone SH MH CLA, Alan Bidara SH, serta Suprianto Tahumang SH yang telah berproses sebagai penggugat/terbanding/termohon kasasi/termohon peninjauan kembali/pemohon eksekusi, adalah pemenang dalam Perkara Nomor : 702 PK/PDT/2022 Jo. Nomor :1730 K/PDT/2021 Jo. Nomor: 150/PDT/2020/PT.Mnd Jo. Nomor : 298/Pdt.G/2019/PN.Mnd, yang pada proses perjalanan persidangan, bisa berhasil dengan manis.

Tim kuasa hukum Agustince Puasa yaitu Nico Walone SH CLA, Suprianto Tahumang SH dan Allan Belly Bidara SH mengatakan bahwa, proses saat ini, sudah pada tahapan Taksasi dalam hal ini, taksiran nilai objek jaminan untuk ke tahapan selanjutnya yaitu proses Lelang Aset.

Apalagi pihak, KJPP (Kantor Jaksa Penilai Publik) Sisco – Satria Setiawan dan Rekan lakukan identifikasi objek penilaian ke lokasi atas 1 (satu) unit bangunan kantor pemasaran dan 2 (dua) rumah tinggal di Grand Casa De Viola Cluster Valencia nomor C36 dan C37. Senin (7/8/2023) di GKIC Kairagi Dua – Mapanget.

Hal itu dilakukan, terhadap aset PT WPS (Wenang Permai Sentosa) /AKR Land Development Grand Kawanua Internasional City (GKIC) tersebut, atas putusan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap

Dengan demikian, pihak developer wajib membayar kerugian material sejumlah Rp 4,7 Miliar kepada Agustince Puasa. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, hingga proses sita eksekusi yang dilaksanakan, oleh Pengadilan Negeri, developer masih belum ada niat baik, untuk mengembalikan kerugian material tersebut.

“Tahapan sita eksekusi yang sudah kami mohonkan waktu lalu dan sudah dilaksanakan, saat ini sudah pada proses taksasi, jadi proses ini masih terus berlanjut,” ujar kuasa Hukum Tahumang.

“Jika sudah keluar hasil dari appraisal , selanjutnya akan masuk tahapan lelang. Ini akibat dari pihak developer PT Wenang Permai Sentosa / AKR Land GKIC tidak tunduk pada putusan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap,” sambung Bidara, rekan pengacara.

Dan appraisal, June Pade mengatakan turun lokasi untuk identifikasi objek penilaian dan kepemilikan.

“Untuk identifikasi objek penilaian dan kepemilikan, satu unit kantor pemasaran dan dua unit rumah tinggal. Sekitar dua Minggu , hasil penilaian sudah bisa didapat,” singkat Appraisal KJJP Sisco.(zet/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.