BI Luncurkan Buku Berjudul Menangkap Peluang di Tanah Wenang

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Andry Prasmuko hadir di peluncuran buku Menangkap Peluang di Tanah Wenang. Foto : istimewa

Jakarta, Sulutreview.com – Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku berjudul ‘Menangkap Peluang di Tanah Wenang’ di Jakarta, Rabu (26/7/2023).

Peluncuran buku tersebut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Sejarah Bank Indonesia dengan tema ‘Peran Bank Indonesia di Daerah: Dulu dan Kini’ yang digagas BI Institute.

Buku inspiratif tersebut, secara detail membahas tentang berbagai Perkembangan Sosial Ekonomi dan Bank Indonesia di Sulawesi Utara, yang menjadi bagian dari Seri Buku Sejarah & Heritage Kantor Perwakilan Dalam Negeri yang memiliki sejarah panjang sejak masa De Javasche Bank (DJB) dan perekonomian wilayah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan kejayaan Sulut di masa lalu yang berhasil menjadi ‘jembatan’ yang menghubungkan perekonomian lokal menuju konstelasi jaringan ekonomi global, menjadi catatan penting yang dapat direfleksikan pada perekonomian Sulawesi Utara masa kini.

Hadirnya buku ‘Menangkap Peluang di Tanah Wenang: Perkembangan Sosial-Ekonomi dan Bank Indonesia di Sulawesi Utara’ menjadi persembahan dari Bank Indonesia untuk masyarakat Sulut.

“Buku ini hadir sebagai rekaman institutional memory Bank Indonesia yang sekaligus juga merekam sejarah sosial ekonomi di daerah. Untaian kisah sejarah di dalamnya, kiranya tidak hanya menjadi pengingat kenangan semata. Namun, dapat memberikan hikmah pembelajaran dan solusi dari kacamata sejarah, untuk mendukung pembangunan daerah menuju Indonesia maju,” ujarnya.

Dikatakan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, buku berjudul “Menangkap Peluang di Tanah Wenang: Perkembangan Sosial Ekonomi dan Bank Indonesia di Sulawesi Utara” menjadi sumbangan baru terhadap ilmu pengetahuan di Indonesia.

Suasana Seminar Nasional Sejarah BI

Selain itu, berbagai kisah mengenai kesuksesan perekonomian Sulawesi Utara pada masa lalu dengan berbagai permasalahan, diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang penting bagi para pemangku kebijakan saat ini.

“Melalui sinergi yang baik dengan pemerintah, Bank Indonesia akan terus mengawal perkembangan perekonomian daerah, demi perekonomian Sulawesi Utara yang lebih maju,” katanya.

Kepala BI Institute, Yoga Affandi menyampaikan kehadiran buku ‘Menangkap Peluang di Tanah Wenang: Perkembangan Sosial-Ekonomi dan Bank Indonesia di Sulawesi Utara’ kian memperkaya kehadiran referensi pengetahuan tentang sejarah ekonomi yang kaya dengan muatan lokal atau kedaerahan.

Pembaca dapat melihat Isi buku yang menguraikan keunikan dari setiap daerah, serta sejarah BI sejak masa DJB. “Isi buku dilengkapi dengan kajian warisan bangunan kolonial atau heritage eks-kantor DJB. Kami mengharapkan jangkauan pembaca buku ini cukup luas, tidak hanya menjadi referensi akademis, namun juga bagi masyarakat umum hingga para pembuat kebijakan,” ujarnya.

Penyajian isi buku, sebutnya, menggunakan pendekatan struktural berdasarkan periodisasi yang lekat dengan sejarah DJB maupun BI.

“Dari sisi penyajian, digunakan gaya penulisan semi popular agar buku ini mudah untuk dinikmati oleh masyarakat luas dan juga lintas generasi,” tukasnya sembari menyampaikan terima kasih kepada Drs. Ferry Raymond Mawikere, M.Hum, M.A dan Kresno Brahmantyo, S.S., M.S. yang telah ikut mempersiapkan proses awal buku.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kontribusinya dalam proses penyusunan sehingga buku ini dapat terbit dengan baik. Semoga informasi yang terkandung di dalam buku ini dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai peranan Bank Indonesia di daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi khususnya di Provinsi Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Peluncuran buku, turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko.

Menariknya, tayangan video peluncuran buku, Sulut meraih juara kedua.

Seminar Nasional Sejarah Bank Indoensia, menghadirkan sejumlah pembicara, Dr. (HC). Burhanuddin Abdullah, yang merupakan Gubernur Bank Indonesia Periode 2003-2008. Selanjutnya, Prof. Dr. Pierre van der Eng dari Australia National University dan Adhitya Wardhono, Ph.D. dari Universitas Jember.(hilda/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.