Pemdes Wioi Satu Gelar Rembuk Desa Bahas Penanganan Stunting

Rembuk Stunting Pemerintah Desa Wioi Satu (Foto: Tommy Polandos)

Mitra, Sulutreview – Pemerintah Desa Wioi Satu Kecamatan Ratahan Timur Minahasa Tenggara (Mitra) gelar Rembuk Desa, Konvergensi Pencegahan Stunting, yang dipimpin langsung Ketua BPD Yatty Wagiu, Bertempat di Kantor Desa, Rabu (14/06/2023)

Hukum Tua Desa Wioi Satu Kariani Kolinug mengatakan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan guna percepatan terhadap penanganan kasus stunting di desa

“Rembuk stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antar kader kesehatan, Paud, Masyarakat Desa dengan Pemerintah Desa untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa khususnya Stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa,” jelasnya

Lanjut dijelaskannya, Pemanfaatan Dana Desa untuk penanganan Stunting dapat di mulai dari pemetaan sasaran terhadap warga desa yang terindikasi perlu mendapat perhatian dalam penanganan stunting oleh kader pemberdayaan di Desa.

“Selanjutnya lewat rembuk stunting Desa, seluruh pemangku kepentingan di Desa merumuskan langkah yang di perlukan dalam upaya penanganan stunting termasuk bekerjasama dengan dinas layanan terkait,” tandasnya

Di tempat yang sama Kepala Kecamatan Ratahan Timur Meyta Ompi yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Yolanda Sumual saat membawakan sambutan menambahkan bahwa kegiatan rembuk stunting merupakan kegiatan rutin program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan oleh pemerintah desa

Adapun penanganan terhadap stunting kata dia, dimulai dari anak yang masih remaja. Untuk itu posyandu remaja penting untuk dilaksanakan

“Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap remaja seputar kesehatan reproduksi guna pencegahan stunting serta pencegahan pernikahan usia dini,” ujar dia

Ia menambahkan, pentingnya pengetahuan seputar kesehatan reproduksi pada remaja untuk pencegahan stunting pada 1.000 hari pertama dalam kehidupan

“Dalam kegiatan rembuk stunting saat ini, apa yang menjadi harapan untuk penanganan terhadap stunting ini bisa di backup lewat penganggaran nantinya yang akan digunakan dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2024,” pungkasnya.

Turut hadir Anggota BPD Wioi Satu, Perangkat Desa Wioi Satu, bersama stakeholder terkait. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.