Mitra, Sulutreview – Komunitas Kolom Mapalus (KKM) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar sosialisasi dan pembuatan Eco Enzyme, yakni cairan sejuta manfaat bertempat di Desa Watuliney Kecamatan Belang, dan Desa Kuyanga Kecamatan Tombatu Minahasa Tenggara (Mitra), Rabu (31/05/2023).
Ketua KKM Sulut Pricylia Sianipar Rondo menuturkan bahwa pihaknya menghadirkan Konsultan Eco Enzyme Vera Tan, yang merupakan murid pertama penemu Eko Enzim Dr. Rosukon Poompanvong asal Thailand.
“Sampah yang tampak tak bermanfaat sejatinya bisa diolah menjadi berguna, seperti halnya eco enzyme yang merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi yang memiliki sejuta manfaat,” ujar Rondo di sela-sela pelaksanaan kegiatan sosialisasi.
Kata Rondo, sudah menjadi komitmen untuk membangun sektor pertanian dan lingkungan hidup melalui ilmu dan teknologi yang bisa diterapkan masyarakat tanpa harus mengeluarkan uang.
“Pengolahannya sangat sederhana. Bahan sampah organik sayuran dan buah-buahan ditambah gula merah dan air lalu disimpan dalam wadah plastik kedap suara sudah bisa menghasilan cairan sejuta manfaat ini. Ketika bisa dibuat sendiri, masyarakat juga bisa memproduksi untuk dijual,” jelasnya
Ia menambahkan bahwa sebenarnya pihaknya bisa saja memproduksi dan hasilnya langsung dibagikan kepada masyarakat
“Tapi kita ingin masyarkat menjadi produktif dan mandiri melalui ilmu dan teknologi yang kita ajarkan. Artinya kami hadir sebagai faktor pendorong, dan masyarakatlah yang mengusakannya sendiri,” tandasnya sembari menjelaskan bahwa keistimewaan eco enzyme ini banyak mengandung zat-zat berguna sehingga memberi manfaat besar bagi kesehatan, kebutuhan sehari-hari, pertanian dan penyelamatan lingkungan.
Turut hadir, Ketua KTNA Mitra, Semuel Montolalu, Ketua KTNA Minsel Denni Keintjem, Ketua KKM Mitra Henri Ratulangi, para Hukum Tua dan sejumlah masyarakat baik dari kalangan petani, peternak, pemerhati lingkungan dan masyarakat umum. (***)













