Manado, Sulutreview.com – Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggandeng para tokoh agama yang ada dalam wadah Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Manado untuk mengimbau umat agar bijaksana dalam berbelanja.
Pernyatan tersebut guna mengantisipasi momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), tepatnya menjelang bulan Ramadhan dan Paskah.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Fernando R Butarbutar menyampaikan kepada para pemuka agama agar umat untuk tidak khawatir terhadap gejolak ekonomi global yang sedang terjadi saat ini.
Menurut Butarbutar, dalam pemaparan tentang Outlook Perekonomian, bahwa BI optimis perekonomian Sulut akan tumbuh positif di tahun 2023.
Demikian juga dengan ketersediaan bahan pokok (bapok) secara kontinyu akan dijaga ketersediaannya.
“Kami mengimbau agar para pemuka agama agar mengingatkan umat untuk tidak melakukan panic buying, atau membeli untuk menimbun bahan makanan di tempat tinggal. Karena tindakan ini, dapat membuat kelangkaan bahan makanan di Kota Manado sehingga akan meningkatkan inflasi pangan,” ungkap Butarbutar pada kegiatan dengan agenda Komunikasi Kebijakan kepada Pemuka Agama se-Kota Manado bersinergi dengan BKSAUA Manado di Kantor Walikota Manado, Selasa (21/03/2023).
Untuk mengantisipasi inflasi jelang hari besar keagamaan, menjadi penting untuk dilakukan sehingga tidak terjadi lonjakan harga. “Sebenarnya pasokan atau stok kebutuhan bahan pokok itu tersedia cukup, tetapi kalau masyarakat khawatir kemudian melakukan aksi borong. Maka hal ini akan menyebabkan terjadinya kelangkaan,” kata Butarbutar.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), sejauh ini, secara intens melakukan upaya agar ketersediaan bahan pokok dan harga dalam kondisi terjaga.
Acara yang diikuti kurang lebih 900 peserta yang adalah tokoh dan pemuka dari lintas agama se Kota Manado itu, Butarbutar kembali mengajak para tokoh agama untuk berbelanja dengan transaksi non tunai, melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Penggunaan QRIS akan memberikan manfaat berupa kemudahan pencatatan transaksi, kemudahan dalam membangun credit profile, tidak memerlukan uang kembalian dan bebas dari risiko pencurian dan pemalsuan uang,” tukasnya.
Butar-butar juga memaparkan tentang Kebanksentralan dan Outlook Perekonomian Sulut Tahun 2023.
Sebelumnya, Walikota Manado, Andrei Angouw mengatakan bahwa Kota Manado harus menjadi contoh kerukunan kehidupan antar umat beragama.
“Saya menyampaikam apresiasi kepada para pemuka agama atas kerukunan yang selama ini terjalin, sehingga Kota Manado disebut sebagai Laboratorium dan Taman Sari umat beragama di Indonesia oleh Menko Polhukam RI, Prof Dr Mahfud MD dalam sebuah acara di Kota Manado, baru-baru ini,” ujarnya.
Acara dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Marwadi.(hilda)













