Manado, Sulutreview.com – Kinerja perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan capaian lebih tinggi dibandingkan perekonomian nasional, yang tumbuh 5,72% (yoy).
Pada tahun 2023, perekonomian daerah, diprediksi masih berada pada trajektori perbaikan didorong oleh akselerasi proses vaksinasi dan normalisasi aktivitas masyarakat.
Pelaksanaan event-event internasional dalam jangka pendek, konsolidasi sektor pariwisata serta peningkatan produktivitas dari Sub- lapangan usaha (LU) pertanian serta perbaikan kapasitas Sub-LU perikanan masih jadi indikator penting.
Deputi Kepala Perwakilan Divisi Perumusan dan Implementasi Kekda Bank Indonesia Sulut, Fernando Butarbutar mengatakan,
masih terdapat risiko yang perlu diperhatikan dalam mendorong perekonomian. Di mana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih membayangi perekonomian.
“Khususnya risiko terbatasnya penerimaan pada APBD seiring dengan pemulihan ekonomi serta risiko inflasi akibat dampak kenaikan harga energi dan pangan secara global serta kenaikan biaya-biaya akibat penyesuaian harga BBM,” jelasnya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di aula BI Sulut, Rabu (30/11/2022).
Tantangan dan hambatan teknis dalam realisasi belanja APBN di daerah, juga masih membayangi, seperti gangguan rantai pasok yang ditunjukkan oleh perubahan sourcing produksi di berbagai negara, kenaikan biaya logistik terutama untuk transportasi menggunakan kapal laut, serta revisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
“Di sisi inflasi, inflasi Sulawesi Utara diperkirakan akan meningkat di atas sasaran nasional pada tahun 2022,” katanya.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam prakiraan tersebut adalah berlanjutnya pemulihan aktivitas masyarakat yang mendorong permintaan terhadap komoditas-komoditas strategis penggerak inflasi Sulawesi Utara.
Namun demikian, tekanan inflasi diperkirakan akan kembali pada rentang 3±1% di tahun 2023 karena cukup terkendalinya komponen inflasi volatile food dan adanya target peningkatan produksi pertanian terutama untuk komoditas strategis seperti Barito di tahun 2023.
Mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Sulut, tambahnya, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan untuk memperkuat sinergi kita bersama antara lain :
- Mempercepat dan mengoptimalkan belanja daerah untuk mengoptimalkan pemulihan ekonomi dan mendukung pengendalian inflasi di daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
- Memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam TPIP dan TPID melalui peningkatan nilai tambah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
- Mendukung percepatan pemulihan pelaku industri dan melanjutkan upaya peningkatan nilai tambah, pengembangan ekonomi syariah dan UMKM untuk inklusi ekonomi, serta mendorong pergerakan wisnus dan perluasan akses wisman untuk mempercepat pemulihan pariwisata nasional
“Pembangunan infrastruktur, hilirisasi, peningkatan iklim investasi, dan digitalisasi untuk bersiap bangkit tumbuh kuat ke depan,” tandasnya.(srv)













