Urban Economy Festival 2022, Bank Indonesia Seriusi Kualitas Ekspor Sulut

KPw BI Sulut mengajak sejumlah nara sumber untuk membahas progres ekspor Sulut. Foto : Hilda

Manado, Sulutreview.com – Kemajuan dan pengembangan komoditas ekspor Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadi target yang diprioritaskan untuk membangkitkan perekonomian di Bumi Nyiur Melambai.

Bertajuk Urban Economy Festival 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulut menangkap kesempatan itu dengan melaksanakan seminar ‘Akselerasi Pengembangan Komoditas Ekspor Sulawesi Utara’ di atrium Megamall Manado, pada Jumat (14/10/2022).

Kepala Tim Implementasi Kekda Kantor Perwakilan BI Sulut, Eko Hermonsayah mengatakan melalui agenda Urban Economy Festival 2022, akan menjadi ajang saling transfer ilmu terutama untuk penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memanfaatkan teknologi kekinian serta digital.

“Di sini kami mempertemukan para pelaku usaha. Selain itu juga membekali ilmu, sehingga tantangan yang dihadapi akan menjadi peluang yang memajukan usaha yang digeluti,” katanya.

Pada kegiatan ini, tampil akademisi Dr Peggy Mekel sebagai moderator seminar menghadirkan sejumlah nara sumber yang kompeten, M Anshar dari Dirjen Bea Cukai.

Menurutnya, Sulut memiliki infrastruktur yang cukup baik, seperti bandara Internasional Sam Ratulangi dan pelabuhan internasional Bitung serta jalan tol. Bahkan Sulut juga didukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti KEK Bitung, dan KEK Likupang.

“Sulut memiliki letak geografis yang sangat strategis sebagai pintu gerbang ke arah utara. Demikian juga dengan fasilitas bandara Sam Ratulangi yang merupakan salah satu bandara internasional untuk kedatangan wisatawan asing,” ungkapnya.

Sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah melalui Direct Call Manado – Narita dan Manado Singapore, katanya, telah berjalan walaupun belum optimal.

“Adanya fasilitas Kepabeanan dan Cukai yang belum optimal seperti Fasilitas Kawasan Berikat, KITE, dan KEK serta belum optimalnya KEK Bitung dan Likupang harus ditingkatkan. Karena banyaknya kegiatan ekspor dan impor yang diselesaikan di daerah lain akan membuka peluang untuk diselesaikan di Sulawesi Utara,” unkapnya.

Anshar menegaskan tantangan yang dihadapi Sulut,, antara lain adanya persaingan antar daerah di mana terdapat keinginan daerah lain sebagai pintu gerbang kegiatan ekspor dan impor seperti Maluku, Sulawesi Selatan dan lainnya, sehingga perlu direspon cepat oleh Pemda Sulut.

“Daerah lain tetap berkeinginan agar ekspor asal Sulawesi utara tetap dilakukan di daerah tersebut contoh ekspor barang pertanian tetap melalui pelabuhan Surabaya dan Jakarta,” tukasnya.

“Ini membutuhkan strategi yang perlu disiapkan, dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai yang ada saat ini seperti pusat logistik berikat, kawasan berikat dan KITE. Untuk itu, KEK Bitung dan KEK Likupang perlu dioptimalkan untuk mendorong perekonomian,” tandasnya.

Dia juga mendorong agar direct call ekspor yang sudah berjalan di bandara Sam Ratulangi kembali dioptimalkan, demikian juga dengan pelabuhan Bitung yang harus segera didorong. Karena akan mendongkrak UMKM dan IKM untuk ekspor.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas II Manado, Mariana Vera Pondaag mengingatkan untuk menjaga kualitas ekspor, dengan memperhatikan kualitas produk atau komoditas.

Suasana seminar

“Syarat yang harus dilengkapi adalah sertifikat kesehatan ikan. Selanjutnya, karantina harus melalui tempat pemasukan atau pengeluaran yang telah ditetapkan. Selanjutnya dilaporkan dan diserahkan Kepada petugas untuk dilakukan tindakan karantina ikan,” ujarnya.

Selanjutnya, ada persyaratan tambahan lainnya, yakni hasil perikanan berasal dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang bersertifikat Penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu/Hazard Analysis and Critical Control Point, yang selanjutnya disebut Sertifikat Penerapan PMMT/HACCP.

“Itu adalah sertifikat yang diberikan kepada pelaku usaha industri pengolahan ikan yang telah memenuhi dan menerapkan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang dilakukan setiap hasil perikanan yang dipasarkan dari dan untuk tujuan ekspor wajib disertai sertifikat,” sebutnya.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Darwin Muksin menambahkan Pemprov Sulut saat ini telah bekerja sama dengan PT Garuda Indonesia untuk melakukan penerbangan langsung atau direct call export rute Manado-Narita (Tokyo Jepang).

Dalam hal ini, Disperindag Provinsi Sulut bekerja sama dengan pusat pelatihan sumber daya manusia ekspor dan jasa perdagangan Kementerian Perdagangan RI, mengadakan pelatihan export coaching program, selama satu tahun bagi 30 UKM calon eksportir di Sulut.

“Juga melakukan promosi produk ekspor unggulan dan potensial di pameran dalam dan luar negeri. Serta menerbitkan surat keterangan asal melalui balai pengujian dan sertifikasi mutu barang serta menyediakan fasilitas pengujian mutu komoditi ekspor,” jelasnya.

Urban Economy Festival 2022 dimeriahkan dengan klinik wirausaha, seminar workshop, business matching, live music, essay competition dan pop dance competition.(srv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.