Kunjungi Bitung, Teten Masduki: Peran Koperasi Perkuat Penyaluran BBM Bagi Nelayan

Bitung, Sulutreview.com– Menteri Koperasi Republik Indonesia Bapak Teten Masduki untuk yang pertama kalinya mengunjungi Kota Bitung Sulawesi Utara dalam hal kunjungan kerjanya.

Diketahui, kedatangan Menkop Teten Masduki ke Kota Bitung. Salah satunya dengan maksud mempertanyakan kuota subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Solar kepada kalangan Nelayan di Kota Bitung.

Terpantau, pada kedatangan Menkop RI Teten Masduki di Kota Bitung pada Sabtu (26/09/2022) langsung disambut oleh Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Pj Sekda Ir Ignatius Rudy Theno ST MT dengan tema kedatangan Menkop RI Peninjauan Program Solusi Nelayan Bitung yang berlokasi di Kebun Binatang Naemundung

Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar menyampaikan atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kota Bitung,Kami menyampaikan Selamat datang di Kota Bitung kepada Menteri Koperasi dan UKM RI, Bapak Teten Masduki serta ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan, arahan bahkan support yang selama ini selalu diberikan oleh Bapak Menteri bagi kami Pemerintah dan Masyarakat Kota Bitung.

“Semoga silahturahmi yang terjalin pada hari ini akan menambah semangat pelaku usaha perikanan, khususnya Nelayan dalam mendukung kebangkitan perekonomian di Era Pandemi COVID-19 sehingga kita dapat berkembang menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Ijinkan kami menutup sambutan dengan kutipan dari Bpk Koperasi Indonesia, Bung Hatta: “Dasar kekeluargaan Itulah Dasar Hubungan Istimewa Pada Koperasi. Disini Tidak Ada Majikan dan Buruh, Melainkan Usaha Bersama Diantara Mereka Yang Sama Kepentingan Dan Tujuannya.”

Dalam kegiatan tersebut Menteri Koperasi dan UKM juga menyampaikan beberapa poin di sambutannya.

  1. Saya mendengar bahwa koperasi di Bitung sudah mengelola Solar untuk nelayan. Namun, alokasinya selalu tidak tepat atau kurang dari kebutuhan. Semisal kebutuhannya 200 ribu liter; ternyata alokasinya 100 ribu liter per bulan. Atau, sebaliknya ada yang kelebihan.
  2. Hal ini dapat terjadi karena belum semua nelayannya terdata; atau koperasinya belum punya sistem digital; atau karena salah sasaran.
  3. Program Solar untuk Koperasi Nelayan ingin menjawab 2 hal: memastikan nelayan mendapatkan akses solar secara mudah dan membeli dengan harga normal—bukan harga eceran.
  4. Hari ini kita mulai perkuat peran koperasi agar penyaluran BBM lebih akurat. Kalo alokasinya kurang, maka koperasi bisa menyalurkannya hanya kepada anggota yang terdata; tidak boleh ke luar dari anggota.
  5. Karena 60% kebutuhan melaut adalah BBM; maka keberhasilan Program Solusi akan memacu pertumbuhan ekonomi perikanan di Sulawesi Utara.

Hadir: Ahmad Sabadi-Deputi Bidang Perkoperasian, Hanung Harimba Rahman-Deputi Bidang UKM, Riza Damanik-Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan, Jarot Wahyu Wibowo-Direktur Pengembangan Usaha LPDB, Fanda Chrismianto-Region Manager Retail Sulawesi, Lodewyck Z.S Pattihahuan- Pimpinan Wilayah BNI SULUTTENGGOMALUT, Denny Setiawan- Pimpinan Cabang BRI Bitung.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.