Pemkot Bitung-PT MSM/TTN, Sambangi SMK Berbasis Digital & Industri di Jateng

Bitung, Sulutreview.com– Kerja kolaborasi terus ditunjukan Pemerintah Kota Bitung dalam berbagai hal demi terwujudnya sinkronisasi sebagai Kota Digital dalam berbagai ekosistem sektor didalamnya yang terintegrasi menuju Bitung yang lebih hebat.

Buktinya belum lama ini pihak Pemerintah Kota Bitung yang dipimpin Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM beserta Presiden Direktur PT MSM (Meares Soputan Minning) TTN (Tambang Tondano Nusa Jaya) Mr David Sompie dan jajaranya melakukan kerja kolaborasi dengan bersama-sama melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kudus di Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (21/07/2022).

Ketua Tim Percepatan Michael jacobus SH MH CLA (kiri) bersama Wali Kota dan Ibu Wali Kota

Disana, rombongan mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menjadi lokasi kunjungan Wali Kota, yakni SMK NU Maarif Kudus dan SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus yang dikenal konstruksi sistem dalam hal pembelajaran serta fasilitasnya sudah sangat profesional serta sudah memakai pola pembelajaran digital dan berbasis industri.

Kunjungan kerja itu juga dihadiri Asisten I, Julius Ondang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Eugiene Mantiri, Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Rita Mantiri Tangkudung dan Kabag Umum, Theo Rorong dan Juru Bicara Pemkot, Albert Sergius dan Ketua Tim Percepatan Michael Jacobus SH MH CLA. Kabag Kerjasama, Rio Karamoy, Kabag Hukum, Budi Hendiarso, Sustainability and External Affair Group Head PT MSM/TTN, Yustinus Setiawan.

Juru Bicara Pemkot Bitung Albert Sergius SE kepada wartawan mengatakan, bahwa sekolah pertama yang dikunjungi rombongan Wali Kota adalah SMK NU Maarif Kudus dan diterima Kepala SMK, H Ahmad Nadlib yang menyatakan ada 1.900an siswa serta memiliki tujuh jurusan, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Otomatisasi Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Permesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan serta Teknik Bisnis Sepeda Motor.

Hebatnya SMK NU Maarif Kudus, sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar termasuk Daihatsu.

Kepsek Ahmad Nadlib menjelaskan, dalam peningkatan kualitas dan kinerja SMK untuk menjadi pusat keunggulan sesuai dengan kebutuhan Industri Dunia Usaha Kerja (IDUKA), dengan rancangan kurikulum yang dikembangkan bersama IDUKA yang dapat mengkolaborasi Production Based Education and Training (PBET) berbentuk Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) atau Pembelajaran Berbasis Industri atau melalui Praktek Kerja Industri.

Pada sarana prasarana, SMK NU Maarif Kudus di standarkan sesuai kebutuhan industri, terlaksananya magang guru bersertifikasi, adanya program PKL dikembangkan dengan IDUKA sesuai dengan Link and Mach hingga mutu lulusan relevan dengan kebutuhan industri sehingga prosentase lulusan terserap minimal 60 persen.

Ada juga, program pengembangan pelatih Pusat Keunggulan untuk sekolah sekitar, dengan menyusun rencana pengembangan dan keberlanjutan pusat keunggulan.

Prestasi yang pernah didapat dalam lomba sekolah berbasis industri merebut juara satu yang diselengarakan oleh Pintar Bersama Daihatsu. Para siswa juga berkesempatan untuk magang di perusahaan yang ada di Jepang,” kata Ahmad.

Di SMK RUS, Wali Kota diterima Kepala SMK RUS Kediri, H Fariddudin, yang menyampaikan ada 1.165 siswa dengan enam jurusan yaitu, Jurusan Animasi, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Game, Jurusan Desain Grafika serta Jurusan Teknik Grafika.

SMK RUS atau dikenal dengan nama lain SMK Digital ini mempunyai fokus pada kemauan anak (murid). Murid diberi ruang untuk berkreatif sesuai dengan gayanya sendiri.

Fariddudin juga menjelaskan, sudah banyak proyek yang dikerjakn oleh para murid-muridnya dan proyek terakhir adalah Sabda Alam yakni film pendek yang berdurasi  sekitar empat menit.

Film itu menceritakan tentang kehidupan burung yang ada di alam liar, ditangkap dan diperdagangkan oleh manusia. Film animasi ini mendapat pujian dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Keuangan serta para artis dan pelaku seni lainnya.

Rombongan Wali Kota kemudian diajak berkeliling melihat seluruh ruang belajar para siswa yang memang diberi kesempatan untuk berkreasi, tidak seperti sekolah-sekolah yang lain bahwa siswa harus duduk di kursi dan menghadap papn tulis.

Di sekolah ini, ruang belajarnya sama seperti di cafe-cafe, jadi para siswa bisa rileks, ada juga yang sementara mendesain sambil melantai, rebahan sesuai gaya masing-masing.

Usai berkunjung ke dua SMK itu, Wali Kota mengaku kagum dan kepincut dengan metode pembelajaran yang diterapkan kedua SMK yang menurutnya sesuai dengan tuntutan zaman saat ini.   

“Ini adalah salah satu bentuk penghargaan kepada murid-murid mereka agar supaya bisa berkreasi tanpa ada tekanan dari para pengajar, tapi tetap harus terus dikontrol. Untuk SMK NU Maarif Amin sendiri mereka bisa langsung mencetak para calon pekerja yang siap bersaing di bidangnya masing-masing, ini memang harus dimulai dari mindset agar tercipta SDM yang unggul,” kata Maurits.

Tentu dengan adanya kunjungan ini, sambung Maurits, ada banyak pointers-pointers yang akan kami adopsi nanti dalam sistem pembelajaran di SMK dan sekolah lainya untuk menciptakan lulusan SMK yang siap pakai dan bersaing pada bursa tenaga kerja kedepan.(zet/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *