KT Bitung Sukses Gencarkan Program Inkubator di Seluruh Kelurahan ‘Cairkan’ Masalah Sosial

Bitung, Sulutreview.com– Setelah dilantiknya pengurus baru (KT) Karang Taruna Kota Bitung dibawah pimpinan Geraldi Mathias Efraim Mantiri SE. Membuat seluruh pengurus langsung bergerak kesegala arah, dalam menuntaskan permasalahan sosial kemasyarakatan yang masih menjadi benang kusut di Kota Digital saat ini.

Buktinya belum lama ini, tim KT Bitung langsung gass poll melakukan sosialisasi Program Inkubator untuk mencairkan Masalah Sosial kemasyarakatan yang Ada di Kota Bitung saat ini.

Terpantau memang, sejak hampir 3 bulan belakangan ini, pihak KT Bitung telah all out dan on fire dilapangan dengan melakukan sosialisasi Inkubator disetiap Kelurahan yaitu di 69 Keluarahan, di delapan Kecamatan di Kota Bitung ini yang tekah terselenggara secara sukses yang endingnya pada Selasa (28/06/2022), telah berakhir dengan penutupan yang dihadiri langsung oleh Ketua KT Bitung Geraldi Mathias Efraim Mantiri SE di Kelurahan Karondoran Kecamatan Ranowulu.

Sedikit menoleh kebelakang dalam merekam jejak dari sosialisasi Inkubator dari pihak KT Geraldi CS ini, memang benar-benar masuk dalam persoalan yang masih terjadi ditengah masyarakat.

Betapa tidak, pada perjalanan sosialisasi Inkubator, sebagaimana yang diutarakan pengurus Abineno Banne Mangentang mengatakan bahwa, sudah ada beberapa kelurahan di Kecamatan Ranowulu, usai sosialisasi langsung dapet sisi positif dan manfaatnya dengan, langsung action dengan melakukan kegiatan, berupa pengadaan fasilitas Olahraga serta menggelar ivent tournamen tingkat Kelurahan hanya dengan bermodalkan gotong royong dan kerja ‘baku malendong’.

“Ya ada juga di Kecamatan lain ada kelurahan yang sementara siapkan festival dengan menggandeng UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) serta setiap hari pihak KT Kelurahan, mulai aktif bergerak membantu masyarakat seperti fasilitasi mengurusi administrasi kependudukan, BPJS sampai mendaftarkan anak sekolah yang kurang mampu,” kata Banne.

Tak bisa disangkal memang, lanjut Petarung Adventure yang bolak balik menembus Gunung Tertinggi Cartenz di Papua ini bahwa.

“Yang menjadi kendala utama adalah mindset masyarakat dalam tanda kutip, yang masih saja terkoptasi harus ada dana bantuan dahulu, baru bisa program jalan. Makanya hal ini yang kami ubah, cara pandang berpikir tersebut, dengan cara melangkah dahulu barulah pihak KT tingkat Kota, akan menyokong ‘baku malendong’ untuk mencari jalan keluar dalam berbagi hal agar tujuan dan rencana bisa diwujudkan,” kata Aby sapaan akrabnya.

Untuk itu, gerakan KT saat ini, adalah disetiap kelurahan diarahan konsep yang simpel dan mudah direalisasikan serta memberi dampak positif dan terukur terhadap masyarakat, bukan program yang kedengaran Wow gitu, tapi tidak ada dampak di tengah masyarakat

“Makanya tiap kelurahan diminta lebih mengangkat potensi-potensi apa di wilayah masing-masing utamanya UMKM,” katanya.

Sementara itu, Ketua KT Bitung Geraldi Mathias Efraim Mantiri SE didampingi bendahara Fenny Tuange SE, menegaskan bahwa dengan telah dituntaskanya sosialisasi Inkubator ini, Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu hingga Sosialisasi Program Inkubator Karang Taruna di 69 Kelurahan berjalan dengan baik dan sukses.

“Sebab memang, selama Periode KT di Bitung dalam kacamata saya baru sekarang dilantik 69 kelurahan, dan itu bukan hanya sekedar lantik, namun KT Kota Bitung mengajak untuk bersama-sama bekerja secara bergotong royong serta baku malendong menyelesaikan masalah Sosial di tiap Kelurahan,” tandasnya.

“Sosialisasi ini bisa tuntas berkat kerja kolaborasi dari berbagai pihak. Atas nama Karang Taruna dan pribadi, kami menyampaikan terima kasih telah membantu serta mensukseskan Sosialisasi Program Inkubator Karang Taruna,” kata Geraldi, Rabu (29/6/2022).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bitung ini, berharap, dengan selesainya sosialisasi digelar, pengurus Karang Taruna tingkat kelurahan mulai bergerak bekerja secara terencana terstruktur dan efektif dan efisien sesuai dengan apa yang telah disosialisasikan.

Karena menurutnya, ujung tombak program Karang Taruna Kota Bitung ada di pengurus tingkat kelurahan sehingga pengurus harus mulai bekerja menyokong untuk supaya seluruh Program bisa berjalan dengan berkolaborasi pihak kelurahan dan masyarakat. “Dalam rangka untuk bagaimana membuat masyarakat tersenyum dengan membangun hal-hal yang positif untuk memecahkan masalah perekonomian di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Untuk itu, sambung Geraldi. “Saatnya bergerak dan bekerja tuntas bersama-sama. Karang Taruna harus menjadi Garda Terdepan sebagai sumber solusi membantu pemerintah kelurahan memecahkan persoalan di tengah masyarakat. Kita (Karang Taruna, red) hadir untuk itu, bukan malah sebaliknya, membebani apalagi merecoki pemerintah,” katanya.

Utamanya sambung Ketua FPTI Kota Bitung ini, Karang Taruna harus merangkul pelaku UKM di wilayah masing-masih agar lebih meningkatkan produksi serta membantu menjembatani masyarakat agar merasakan program-program kemasyarakatan yang sementara dijalankan pemerintahan Maurits-Hengky.

“Jika ada kendala, sampaikan kepada pengurus tingkat kota agar dicarikan jalan keluar. Kami siap menfasilitasi jika ada program yang dianggap sulit untuk direalisasikan, sebab seperti kata bijak yang disampaikan oleh Ralph Waldo Emerson, bahwa “Satu Ide Akan Menyalakan Seribu lilin”. Sukses terus untuk Karang Taruna Bitung,” pungkasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *