Minut, Sulutreview.com – Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan S Maringka melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.
Dia mendorong tidak hanya ketahanan pangan yang diunggulkan tetapi kedaulatan pangan.
“Artinya, mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan kekuatan pertanian kita. Ini yang diharapkan,” sebut Irjen Maringka pada sosialisasi program Kementan di Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (18/5/2022).
Kedatangan Inspektorat Jenderal Kementan, sebut Maringka bukan hanya sekadar audit, tetapi juga melakukan sosialisasi jaga pangan, jaga masa depan.
Ada beberapa konsep langkah strategis yang diharapkan nantinya mampu melakukan percepatan dalam konteks ikut membangun kedaulatan pangan di negeri ini.
Pertama, kata dia, melakukan refocussing, dulu audit itu turun sekadar audit, akan lelah karena tidak ada prioritas.
“Lebih baik kita melakukan penataan bahwa yang dilakukan sekarang adalah program-program proyek strategis nasional, kalau Kementerian Pertanian ada yang namanya proyek prioritas dan super prioritas,” katanya.
Apa itu prioritas dan super prioritas? Menurut dia, yang pasti harus mampu memberikan kontribusi terhadap 12 bahan pokok, bukan lagi sembilan.
Karena paling tidak, menurut dia, dengan ketersediaan bahan kebutuhan pokok ini maka tidak perlu lagi ketergantungan produk-produk impor.
“Nah ini yang dimaksud pak Gubernur Olly Dondokambey dalam diskusi yang disebut bagaimana kita membangun kedaulatan pangan,” sebutnya.
Kedua, menurut dia, adalah membangun sinergi antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), inspektorat, dengan Aparat Penegak Hukum (APH).
Harapannya dalam mengawal program-program ini agar ke depan tidak ada lagi rasa ketakutan.
“Bayangkan kalau para petani atau para kepala dinas belum mulai bekerja sudah mulai dipanggil-panggil,” ujarnya.(srv)













