Maurits Mantiri: Pembelajaran Sistem Transformasi Digital Penting di Era Saat Ini

Bitung, Sulutreview.com- Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM memberikan materinya di Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bertempat di SMKN 2 Bitung, pada Rabu (20/04/2022).

Kedatangan Wali Kota disambut oleh Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Wilayah Minahasa Utara (Minut)-Bitung, Dra. Femmy Mamahit, Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bitung, Meryati Taengetan, S.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Fonny Tumundo, S.Pd.

Pada kesempatan tersebut pada pengarahan Wali Kota, ia menekankan bahwa pentingnya perubahan skematik pembelajaran di era Digital saat ini melalui materi tentang optimalisasi kualitas belajar peserta didik dengan pemanfaatan media digital.

“Ya memang saat ini, perubahan era sangat cepat dengan begitu transformasi pembelajaran secara digitalisasi penting untuk dilakukan oleh jajaran pendidikan khususnya SMA dan SMK saat ini,” ujarnya.

“Saat ini media pembelajaran sangat-sangat penting digunakan dalam rangka untuk mendukung belajar-mengajar yang dapat memanfaatkan jaringan internet. Secara definisi media digital adalah format konten yang dapat diakses oleh perangkat-perangkat digital yang berupa website, media sosial, video digital dan audio digital,” ujar Maurits.

Media yang digunakan dalam pembelajaran bagi guru SMA dan SMK diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital secara menyenangkan untuk peserta didik sehingga kreativitas guru benar-benar diperlukan dalam pembelajaran jarak jauh.

“Untuk itu saya mengajak para guru terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas. Ayo para guru untuk berinovasi dan mengembangkan kreativitas agar para siswa lebih bergairah dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media digital,” jelasnya.

Metode ini dipilih karena selain menunjang program saya dan Wakil Wali Kota Bitung Pak Hengky Honandar, SE, untuk menjadikan Kota Bitung menjadi Kota Digital,

“Metode ini sangat membantu akan program kami Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung untuk menjadikan Kota Bitung sebagai Digital City. Juga sebagai salah satu alasan proses pembelajaran yang kreatif serta paling menarik perhatian para siswa,” pungkasnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *