Bitung  

Harga Pupuk Diduga Naik, Petani di Bitung Minta Bantuan Dinas Pertanian

Bitung, Sulutreview.com– Sektor Pertanian di Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut), belakangan mulai terus berkembang bergeliat menjadi sektor andalan di Kota Bitung. Tak heran, sejumlah pasar tradisional terus tersedia bahan pokok untuk keperluan masyarakat luas.

Kendati demikian, pengawasan dalam hal distribusi pupuk khususnya penjualanya, nampaknya harus ada ekstra pengawasan oleh Pemerintah Kota Bitung dalam hal ini Dinas Pangan dan Pertanian.

Pasalnya salah satu Petani asal Kota Bitung yaitu Bapak Helmi Piri sangat kesal dengan adanya harga pupuk, yang saat ini harganya mulai merangkak naik khusus yang bersubsidi.

Hal ini terungkap dari pembelianya belum lama ini khususnya pupuk Urea dimana yang biasanya sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 112.500 per karung saat ini tiba-tiba naik menjadi Rp 117.500 per karungnya padahal HET ini sudah sesuai Peraturan Menter Pertanian (Permentan) no 49 tahun 2020 tanggal 30 Desember.

Tak hanya itu, lanjut Helmi bahwa persoalan ketersediaan pupuk yang belakangan mulai langkah yang entah ini diduga ada permainan atau tidak yang pasti Ia sangat bingung.

Kepada wartawan Helmi meminta agar instansi terkait dalam hal ini Dinas Pangan dan Pertanian untuk dapat menyikapi akan hal ini. “Sebab dengan adanya kenaikan harga pupuk akan berpengaruh pada cost pemeliharaan tanaman khususnya jagung,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Plt Kadis Pangan dan Pertanian Bitung Yuddi Sengke S.Sos ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendengar akan hal ini. “Hal ini saya sudah dengar, namun sebetulnya masalah ini silahkan Petani menghubungi langsung ke saya untuk menanyakan duduk persoalanya sehingga akan dengan cepat saya akan merespons untuk mencari jalan keluar,” katanya.

Mantan Ketua Pemuda Pancasila Kota Bitung ini menjelaskan, bahwa tidak ada setiap masalah tanpa ada jalan keluar. “Untuk itu, hal ini kami akan segera menelusurinya soal adanya dugaan kenaikan harga dan juga ketersediaan pupuk yang diduga ada permainan atau kong kalikong,” tandasnya.

Mantan Camat Ranowulu ini berjanji, pada Senin pekan depan Ia dan tim akan menelusuri akan persoalan ini dan mencari jalan keluarnya.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.