Manado, Sulutreview.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menggagas program unggulan Pembangunan Digitalisasi Informasi Pedesaan (PDIP).
Program tersebut menyasar ratusan desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara (Minut), yang ditetapkan sebagai pilot project ketersediaan informasi digital.
Sebagai upaya sosialisasi Pemprov Sulut membekali para hukum tua (kumtua) dari 223 desa. Mereka diberikan pemahaman dan wawasan akan pentingnya program antar yang akan menjadikan desa melek teknologi dan informasi.
Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Asiano Gammy Kawatu mengatakan, informasi digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak yang erat kaitannya dengan percepatan pembangunan ke seluruh pelosok desa.
“Program ini sangat membantu Pemprov Sulut dalam upaya percepatan pembangunan ke seluruh pelosok desa, yang harus didukung dengan informasi yang cepat. Dengan demikian progres pembangunan di desa akan lebih mudah terpantau,” ungkap Kawatu kepada para kumtua di aula Mapalus Kantor Gubernur Rabu (2/2/2022).
Sebut Kawatu, pertemuan awal ini, diprioritaskan bagi para kumtua. Mengingat kumtua merupakan ujung tombak dari pemerintah di desa. Harapannya, kedua desa yang menjadi pilot project akan menjadi desa yang mampu mengelolah administrasi bahkan potensi serta peluang desa melalui digitalisasi informasi.
“Program digitalisasi informasi pedesaan dirancang untuk mempersiapkan pemerintahan berbasis elektronik. Dan kumtua sebagai ujung tombak pemerintahan akan berperan sangat penting. Sebab muara pembangunan daerah berada di pedesaan,” tandasnya.
Kawatu menambahkan melalui program digitalisasi informasi pedesaan, maka pemerintah di level terendah akan memahami interkoneksi, sehingga sinergitas antara pemerintah desa dan pemprov bisa berjalan agar tidak terpinggirkan.
“Untuk sosialisasi awal, dipilih lah Kumtua dari dua kabupaten. Yakni Minahasa dan Minut. Karena sesuai data, kedua kabuapten ini banyak menciptakan desa maju dan mandiri,” terang Kawatu.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo, Statistika dan Persandian, Evans Steven Liow SSos MM menyampaikan digitalisasi informasi pedesaan akan menjadi solusi akan munculnya berbagai masalah pertanahan, yang sampai saat ini masih menjadi masalah krusial untuk masyarakat pedesaaan. “Namun dengan adanya program ini, maka kasus seperti jual beli tanah, atau pindah tangan itu dapat diselesaikan. Bahkan semua yang berkaitan dengan pembiayaan, penggunaan anggaran desa dapat diketahui melalui media yang ada pada digitalisadi informasi pedesaan,” tukasnya.
“Begitu juga dengan siaran televisi untuk masyarakat dengan digitalisasi ada 100 chanel, bisa ada running text misalnya saja, kegiatan kerja bakti, transaksi digital termasuk bayar pajak dan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan melalui informasi pedesaan,” tandasnya.
Website desa, nantinya akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Hal itu menjadi harapan Gubernur Sulut, untuk memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Saat ini, sambung Liow, ketersediaan akses internet sangat diperlukan. Sehingga kesiapan desa untuk menerima program baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, bisa terakomodir.
“Selain internet, nantinya di setiap desa harus diperlengkapi dengan Call Center, serta harus tersedia pusat data desa sehingga potensi pariwisata bisa di akses ke tingkat nasional dan bahkan ke tingkat internasional. Selain itu program ini juga bisa mengontrol terealisasinya dana desa,” terang Liow.
Ditambahkan Liow bahwa program ini juga atas ide brilian dari Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven Kandou untuk memajukan Daerah Sulut lebih hebat, sehingga percepatan pembangunan bisa lebih terarah di masa yang akan datang.
Salah satu kumtua, Johni Tanod dari wilayah Maumbi Kecamatan Kalawat Minut, menyatakan siap mendukung program Pemprov Sulut tersebut.
“Kebutuhan Desa yang mencakup data akan ditayangkan melalui profil dan potensi desa akan kita input dalam web desa, berikut potensi desa. Kami siap terapkan di desa kami,” ujarnya.
Turut hadir dalam sosialisaai Program PDIP ini, Kadis Pemberdayaan Pemerintahan Desa Jemmy Kumendong, Asisten Denny Mangala.(srv)













