Aktivis Ini Apresiasi Kinerja Kejari Bitung, Usut Tuntas Dugaan Kasus Penyalahgunaan bantuan Cold Storage

IMG-20210818-WA0009

Foto Polo Boven dan gedung yang menjadi tempat cold storage di Batu Putih yang telah lenyap barang didalamnya.

Bitung, Sulutreview.com– Kian viralnya kasus dugaan penyalahgunaan bantuan mesin Pemerintah yaitu Cold Storage yang saat ini, teleh menyeret nama seorang Anggota DPRD Bitung yakni Nabsar Badoa M.SI yang telah satu kali dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Bitung.

Bacaan Lainnya

Nampaknya telah menjadi perhatian serius oleh semua pihak. Tak terkecuali sejumlah aktivis yang ada di Kota Bitung.

Tak tanggung-tanggung Polo Boven yang merupakan aktivis legendaris di Kota Cakalang Bitung ini berpendapat yang sangat serius menyikapi persoalan dugaan penyalahgunaan bantuan pemerintah tersebut.

Kepada wartawan Kamis (13/01/2021), aktivis yang memiliki nama lengkap Muzakir ‘Polo’ Boven yang kerap dipanggil Polo ini, menilai bahwa Ia sangat mengapresiasi akan sepak terjang pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung yang berhasil mengoyak kasus bantuan pemerintah yang diketahui awal mulainya sejak tahun 2005 silam.

Kendati begitu, dengan suara garangnya Polo menggaungkan bahwa kalau benar hal ini menyalahi aturan. Tentu Ia mempresure dan mendukung penuh agar kasus bantuan pemerintah ini terus dilanjutkan dengan tidak berhenti sampai disini saja.

“Sebab hal ini, harus diberantas dan wajib diungkap sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai lolos atau hilang dari peredaran. Sebab jangan sampai hal ini dapat menjadi contoh kepada instansi lain sampai bergelinding di pemerintahan saat ini,” semprot aktivis yang dikenal vokal dalam memberikan saran sumbang persoalan di Bitung ini.

Polo mendesak aparat Hukum agar tegas menegakan hukum untuk memberantas hal-hal yang menyalahi aturan apalagi yang akan berpotensi mengarah pada Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Sebab kalau ini menyalahi aturan, bisa jadi ini adalah kejahatan pencurian bantuan pemerintah khususnya dibidang Perikanan karena hal ini akan dipakai tentu membantu para nelayan di Batu Putih,” katanya.

Ia pun akan serius mengawal kasus ini, jika perlu akan bergandeng tangan dengan aktivis lainya untuk menyuarakan langsung sampai ke Kejaksaan Tinggi (Kajati) bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Diketahui awal tahun 2022, tepatnya 7 Januari 2022, pihak Kejaksaan Negeri Bitung kembali mulai ramai. Hal ini dikarenakan adanya seorang anggota DPRD Bitung yang juga ketua Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) yaitu Nabsar Badoa M.SI terlihat masuk di kantor Kejaksaan Bitung.

Diduga kuat, pemicu dipanggilnya Nabsar Badoa ini dikarenakan adanya proyek Cold Storage yang berada di Kelurahan Batu Putih sejak tahun 2002 silam.

Terpantau wartawan, kedatangan Nabsar Badoa di kejaksaan menggunakan mobil Toyota Fortuner warta putih dengan nomor polisi DB 1920 QC dan masuk kedalam ruang pemeriksaan.

Ada sekira hampir 1 jam, Nabsar Badoa ‘dikurung’ didalam kantor Kejaksaan untuk dimintai keterangan yang diduga terkait bantuan pemerintah soal keberadaan Cold Storage tersebut.

Usai dimintai keterangan di Kejaksaan, Pria berkacamata ini langsung diwawancarai oleh kalangan wartawan yang sudah lama bertengger di depan kantor Kejaksaan menunggu untuk bersiap mewawancarai sosok Pengusaha Perikanan ini.

Kepada wartawan, Nabsar mengatakan bahwa kedatanganya di Kejaksaan bukan untuk diperiksa, melainkan hanya dimintai keterangan terkait dengan dinas Perindustrian yang memberikan hibah bantuan yaitu Pabrik Es yang ada di Kelurahan Batu Putih pada tahun 2010.

Ditanya keterlibatannya dalam bantuan ini, Nabsar mengatakan bahwa mereka (dinas perindustrian red) meminta bantuan kepadanya untuk mengelola Cold Storage tersebut.

Wartawan pun mencecar, apa sih yang menjadi masalah dalam pengelolaan Cold Storage tersebut? Nabsar menjawab bahwa sebenarnya disini tidak ada yang masalah. “Saya hanya minta keterangan saja, kapasitas saya bukan saksi namun hanya memberikan keterangan saja,” jelas Nabsar.

Jadi sambung Nabsar bahwa saat mesin cold storage dialihkan kepadanya, pada tahun 2010.

“Akan tetapi saat itu, mesinya sudah rusak es batunya sudah tidak bisa pakai dan kemudian saya perbaiki lagi. Namun skarang mesinya sudah tidak jalan, barang rusak saya tak ambil, hanya mini cold storage saja yang jalan. Jadi ada 2 item yaitu mini cold storage dan mesin es batu,” katanya.


Usai Nabsar menjelaskan Ia langsung pamit dan bergegas menaiki mobilnya dan pergi.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Frenkie Son SH MH MM menyatakan belum bisa memberikan komentar lebih terkait pemanggilan Nabsar, karena masih proses lidik.


“Masih lidik, jadi belum bisa berikan pernyataan lebih ke kawan-kawan,” kata Frenkie Son belum lama ini.(zet)

banner 300x250