Bitung, Sulutreview.com– Pemerintah Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) terus mendorong pengembangan sektor pertanian untuk mendukung program Asta Cita yang berfokus pada pencapaian swasembada pangan Nasional melalui kemandirian, peningkatan produktivitas dan lahan.
Buktinya kalangan petani baik itu konvesional dan modern mulai melakukan pengembangan dalam hal penanaman jagung.
Hal ini dibuktikan lewat sepak terjang Kelompok Tani Sehati Tanjung Merah bersama Monobox & amp; Girian Jaya Farm Kota Bitung berhasil memanen jagung hibrida di lahan seluas 3 hektar.
Jenis jagung yang dihasilkan adalah F1, bibit unggul yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani lokal.
Hebatnya dalam panen raya pada Selasa (09/06/2026) yang dilaksanalan di lahan perkebunan di Kelurahan Tanjung Merah turun dihadiri langsung Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE yang menandakan ia sangat mendukung akan petani-petani di Kota Bitung.
Pada sambutan seorang Petani Modern Voilter Loma bahwa ia sangat bersyukur sekali bisa memanen bibit varietas jagung jumbo yang unggul ini.
Ia pun menyampaikan bahwa dalam pengembangan jagung yang dipanen ini, Ia beragam penelitian dan experimen sehingga bisa menjadikan pupuk yang menyuburkan dan anti hama dan tidak akan membuat pertumbuhan jagung bisa stress seperti ada hama kulit keriput layu.
Sementara itu Walikota Hengky Honandar SE sangat mengapresiasi kelompok tani (Poktan) sehati yang bekerja sama dengan Toko Girian Jaya dan Monobox cafe, dalam mengembangkan bibit tersebut.
Dalam sambutannya, Hengky Honandar menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Voultair Loma, seorang pengusaha yang dikenal pemilik toko Girian Jaya, yang menginisiasi hadirnya jagung varietas baru yang diberi nama JG 718. Menurut Hengky, dengan hadirnya varietas baru yang ditargetkan mampu menghasilkan panen 8 ton untuk satu hektare lahan tanam tersebut.
Saya menyampaikan apresiasi atas inovasi dari bapak Voltaire Loma yang telah menciptakan varietas baru yang ditargetkan mampu menghasilkan panen hingga 8 ton per hektare. Semoga dengan pengembangan terus menerus hasilnya bisa menembus angka 10 ton,” ujar Honandar.
Lanjut dikatakannya, varietas baru tersebut bisa dikembangkan menjadi salah satu jagung unggulan asal Kota Bitung yang bisa ditanam di daerah lain. Khususnya Sulawesi Utara.
terpisah Marcel Tatuil selaku Humas Girian Jaya Farm dan Monobox mengatakan Alhamdulillah Puji Tuhan, panen kita kali ini sekitar 20 ton. Diperkirakan dari jumlah tersebut menghasilkan bibit unggul 8 ton,” ujar Humas Monobox & Girian Jaya Farm, Marcell Tatuil.
Musisi kondang di Bitung ini mengatakan saat ini rata-rata petani jagung di Bitung hanya mampu memanen 3–4 ton per hektar. Dengan percontohan ini, hasil panen diharapkan bisa meningkat signifikan.
Marcell menjelaskan, selain menggunakan bibit unggul, pihaknya juga menerapkan teknologi prebiotik untuk mengurai unsur hara dalam tanah.
“Sehingga akar tanaman mudah menyerap nutrisi,” tambahnya.
Bibit jagung hibrida GK 817 yang digunakan diyakini mampu menjadi solusi peningkatan hasil panen, sekaligus mendorong kesejahteraan petani jagung di Kota Bitung.(zet)













