Manado, Sulutreview.com – KPU RI memilih KPU Provinsi Sulawesi Utara untuk dijadikan tempat pertama dalam melakukan tahapan simulasi pemungutan dan penghitungan suara pada penyederhanaan desain surat dan formulir surat suara pemilu serentak 2024, Sabtu (20/11/2021).
Menurut ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh mengatakan bahwa KPU RI tidak hanya memilih KPU Sulut untuk menjadi tempat dilakukannya simulasi. Namun juga ada tiga tempat lainnya yang dipilih oleh KPU RI dalam melakukan simulasi penyederhanaan surat suara pemilu 2024. Adapun ketiga tempat tersebut, yakni pertama di Provinsi Sulut, kedua di Provinsi Bali dan ketiga di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Jadi KPU RI memilih tiga provinsi untuk dijadikan sebagai tempat simulasi penyederhanaan surat suara pemilu 2024. Dan KPU Sulut menjadi tempat pertama diselenggarakannya simulasi ini. Ini memang sudah ditentukan oleh KPU RI, terkait dengan tempat-tempat mana saja yang akan dijadikan tempat untuk simulasi,” ungkap Mewoh.
Mewoh juga mengakui bahwa KPU siap dan tidak ada pertimbangan apa-apa dalam kesiapan menggelar tahapan simulasi, “Sebenarnya ketika ditanyakan kepada KPU Sulut apakah siap dalam melaksanakan tahapan simulasi ini kita siap, ya kita menyampaikan kita siap. Secara infrastruktur juga di kantor KPU Sulut ini sangat memadai. Jadi ruangan, halaman itu juga merupakan salah satu pertimbangan,” jelas Mewoh.
Pemilih yang disasar, antara lain media, mahasiswa dan penggiat pemilu. Sulut dianggap bisa memberikan kontribusi untuk ikhtiar KPU melakukan penyederhanaan surat suara. Menurut Ardiles Mewoh, Sulut dari aspek pendidikan pemahaman masyarakat akan pemilu itu sudah cukup bagus, apalagi kemarin Pilkada serentak 2020 termasuk daerah dengan partisipasi pemilu tertinggi.
“Di Sulut ini kan, pemahaman masyarakat akan pemilu itu sudah cukup bagus. Ini terlihat pada saat Pilkada serentak 2020, Sulut termasuk daerah dengan tingkat partisipasi Pemilu tertinggi. Jadi dari indikator ini saja bisa menjadi ukuran secara sederhana bahwa Pemahaman politik ber-pemilu di Sulut itu sudah lebih baik,” tutup Mewoh.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, hadir ketua KPU RI Ilham Saputra, Ketua Bawaslu Bawaslu RI, Abhan, penggiat pemilu dan pers. Kegiatan simulasi ini tetap mengedepankan Protokol Kesehatan (Prokes). (lina)













