Bitung, Sulutreview.com- Selain dijuluki Kota Cakalang. Nampaknya Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut), harus bersiap-siap untuk lebih intens dan serius menata dan meningkatkan untuk fokus pada hal kepariwisataan.
Betapa tidak, baru-baru ini Pemerintah Kota Bitung didatangi pelancong asal Negara Jerman, Patrick dan Anna yang merupakan Divers dan underwater fotography yang telah mengelilingi Dunia.
Hal yang mencengangkan terjadi, dimana menurut Patrick dan Anna mereka telah meneliti keindahan bawah laut di Selat Lembeh ternyata memiliki biota-biota laut dan keindahan yang sangat lain dari pada yang lain selama mereka menyelam diberbagai belahan dunia.
Tak heran, Patrick menyebutkan bahwa alam bawah laut Selat Lembeh Is “The World’s Muck Diving Heaven” sebutan lain para penyelam di belantara Dunia untuk Pulau Lembeh yang artinya surga para penyelam.
Keunikan biota laut selat lembeh ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata saja. Sebab ini sudah diakui dalam penelitian mereka.
Hal ini terungkap ketika Patrick dan Anna menemui Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM pada Rabu pekan lalu, di Rumah Dinasnya dan mempresentasikan hal-hal penemuan mereka.
“Ya memang ada 2 penyelam under watter yang sudah mendunia menyampaikan hal ini kepada saya,” ujar Mantiri di Garuda Lounge Bandara Samratulangi belum lama ini kepada sejumlah wartawan.
Julukan ‘The World’s Muck Diving Heaven’ ini pun bukan hanya sekedar bahasa ‘promosi’, namun julukan ini didukung dengan karakter alami vulkanik yang menyelimuti akan alam bawah laut selat lembeh.
“Ada lima titik spot diving baru yang akan kami eksplorer, untuk memastikan potensi-potensi serta keunikan dan keanekaragaman akan alam bawa laut di lima spot diving yang berada di wilayah timur dan selatan area luar Pulau Lembeh” kata Maurits.
Menurut Patrick dan Anna, diving spot selat lembeh pada umumnya bagi divers dikenal dengan ‘Muck Dive’ yang artinya objek biota laut yang dijual memiliki keunikan tersendiri seperti siput laut, krustasea, dan banyak jenis micro fish lainnya.
“Saat ini kami ingin membantu Pemerintah Kota Bitung, dengan melakukan eksplorer di wilayah baru selain dari 95 spot dive yang saat ini di Pulau Lembeh. Selain memiliki biota terunik alam bawah laut selat lembeh pula memiliki wall reff serta jenis predator biota laut seperti Tip Shark yang berada di kelima spot dive baru antaralain; diwilayah Batu Kapal dan Pulau Mandolang serta Pulaudua” bebernya.
Selain itu, keduanya pun menyampaikan potensi pariwisata bawah laut di selat lembeh merupakan spot terlengkap yang berada di Indonesia bahkan Dunia. “Ditempat lain untuk menemukan biota laut yang berada di selat lembeh, harus berpindah-pindah tempat (Pulau.red). Sementara di selat lembeh hanya di satu wilayah Pulau saja bisa menemukan hampir semua jenis karakter biota laut yang menjadi primadona para penyelam,” kata Patrick yang dibenarkan oleh Anna.
Usai mempresentasikan akan potensi pariwisata di selat lembeh, Walikota Bitung sangat antusias dan mensupport akan rencana yang bakal dilakukan oleh Patrick dan Anna.
“Patrick dan Anna akan melakukan diving di lima spot dive yang baru dan keduanya meminta untuk biaya operasional untuk dapat difasilitasi oleh Pemkot Bitung, termasuk sepuluh orang divers yang dapat membantu pelaksanaan pengambilan dokumentasi selama sepuluh hari” kata Walikota.
Menurut Walikota Bitung, selain menjadi aset Pemkot dari hasil dokumentasi spot dive ini akan menjadi materi promosi Pemerintah Bitung dalam mempromosikan potensi diving di Pulau Lembeh.
“Patrick dan Anna nanti juga akan mempresentasikan hasil dokumentasi dan promosi potensi dive sites lembeh island – Bitung City di Boat Show Dusseldorf pada bulan Januari 2022 dan promosi melalui Majalah Pariwisata Jerman” tandasnya.
Serambi menambahkan, “Ini merupakan momentum yang harus diambil, selain pembiayaannya jauh di bawah dari estimasi budgeting normal diving. Ini pula baik untuk mempromosikan dan menghidupkan kembali sektor pariwisata di Kota Bitung” pungkasnya.(zet)













