Oktaf Kandoli Plt Kaban Bapenda
Bitung, Sulutreview.com– Aktivis dan pemerhati masyarakat Kota Bitung, Tenny Wior SE mempertanyakan akan kehadiran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kota Bitung, yang diduga belum ada kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemerintah Kota Bitung.
Menurut jebolan STIE Petra Bitung ini bahwa saat ini di era Presiden RI Jokowido menerapkan era transparansi baik itu anggaran dan program yang tentunya hal ini, berlaku di Kota Bitung khususnya soal PAD dari sejumlah Perumda yang telah terbentuk.
“Makanya saya menanyakan apakah Perumda di Bitung ini, sudah menyetor untuk kas daerah di triwulan terakhir, supaya masyarakat bisa ukur, kontribusi Perumda yang ada di Bitung untuk Pembangunan Daerah,” katanya kepada wartawan Senin (08/11/2021).
Lebih jauh, mantan aktivis buruh ini mengatakan bahwa, apalagi secara jelas terlihat oleh masyarakat diduga telah melakukan penarikan retribusi.
“Sangat tidak elok, jika dana yang ditarik dari masyarakat tidak secara transparan pengelolaannya. Untuk itu, perlu juga dikontrol oleh semua pihak dalam hal ini masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Oktaf Kandoli M.SI mengatakan bahwa untuk saat ini untuk Perumda baru satu yang melakukan penyetoran PAD.
“Ya memang untuk saat ini, memang baru Perumda Air minum. Untuk Perumda lainya saya baru akan melakukan koordinasi teknisnya,” tandas mantan Kadis Perhubungan dan Kadis Pasar Kota Bitung ini.(zet)













