Jakarta, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) resmi menandatangani Berita Acara Insentif Captive dengan PT Indorama Polychem dan PT Indorama Synthetics, Rabu (27/10/2021).
Bagi PT Indorama Polychem dan PT Indorama Synthetics, dengan adanya akuisisi ini potensi efisiensi biaya yang didapatkan Indorama menjadi lebih besar, sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas.
“Kami berharap kerja sama yang baik ini juga memberikan hasil yang baik. Semoga kerja sama ini menjadi langkah awal untuk kerja sama lain yang akan terjalin ke depannya antara PLN dengan Indorama,” kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril.
Di sisi lain Saurabh Mishra mengaku senang dapat kembali melanjutkan kerja sama dengan PLN. Terlebih jalinan kerja sama Indorama dan PLN sudah berlangsung selama puluhan tahun, sejak pabrik Purwakarta di Jatiluhur berdiri.
“Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat Hari Listrik Nasional, saya senang sekali acara ini dapat dilangsungkan bertepatan dengan momen hari lahir PLN ke-76,” ucapnya.
Saurabh menyebutkan, sesuai dengan arahan presiden, kegiatan ekspor yang dilakukan oleh Indorama akan mendapatkan prioritas. Oleh Karena itu, perusahaannya berencana untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia.
“Investasi kami di Indonesia akan selalu bertambah. Pabrik manufaktur kami selalu butuh listrik dan kami senang sekali kerja sama dengan PLN, karena tim dari PLN sangat kooperatif,” sebut Surabh.
Vishnu Swaroop Baldwa menambahkan, Indonesia merupakan negara yang penting bagi Indorama. Sebagai informasi, pabrik pertama Indorama yang pertama berdiri di Indonesia tahun 1975.
“Kami sangat cinta dengan Indonesia. Berawal dari Indonesia, sekarang Indorama sudah menjadi salah satu yang terbesar di dunia, dengan lebih dari 150 kompleks produksi di 38 negara dengan total investasi lebih dari USD 35 miliar,” kata Vishnu.
Di samping memberikan suplai listrik yang berkualitas dan dapat diandalkan, Bob menambahkan, PLN juga dapat menyediakan listrik hijau melalui Renewable Energy Certificate (REC). REC adalah salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam pembelian serta mendapatkan pengakuan atas penggunaan energi terbarukan yang sudah ada di Indonesia.
Melalui REC, PLN menghadirkan opsi pengadaan lain bagi pelanggan untuk pemenuhan target penggunaan energi terbarukan yang transparan dan diakui secara internasional. Sehingga pelanggan tidak perlu risau untuk bisa mengekspor hasil produksinya ke negara-negara tertentu yang sudah mensyaratkan hal ini.(srv)













