Wali Kota Bitung Gelar Soft Launching Isolasi Terapung di KM Tatamailau

Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM, bersama Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda meresmikan penggunaan KM Tatamailau
IMG-20210818-WA0009

Bitung, Sulutreview.com- Setelah resmi direstui pihak PT Pelni dan sejumlah pihak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Pelindo dan jajaran Kementrian Perhubungan agar Kapal Laut KM Tatamailau untuk dijadikan lokasi Isolasi Terapung.

Membuat pihak Pemerintah Kota Bitung dibawah pimpinan Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar SE langsung bergerak cepat, untuk melangkapi akan fasilitas di atas Kapal KM Tatamailau tersebut.

Bacaan Lainnya

Buktinya pada Jumat (20/08/2021), Wali Kota Ir Maurits Mantiri MM, bersama Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda meresmikan penggunaan KM Tatamailau sebagai kapal isolasi terapung.

Peresmian itu, ditandai dengan Soft Launching Isolasi Terapung KM Tatamailau di Dermaga Terminal Pelabuhan Samudera Kota Bitung dan disaksikan secara virtual Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo.

Dalam sambutannya, Maurits dan Joune menyampaikan terealisasinya KM Tatamailau sebagai fasilitas kapal isolasi terapung adalah hasil gotong royong Pemkot Bitung dan Pemkab Minut serta sejumlah instansi BUMN di Kota Bitung.

“Ini semua karena cinta. Dan hari ini KM Tatamailau bisa difungsikan sebagai kapal isolasi terapung karena cinta. Cinta kita semua untuk bersama-sama bangkit di tengah pendemi COVID-19,” kata Maurits-Joune.

Kapal isolasi terapung ini, kata keduanya, akan menjadi alternatif ruang isolasi bagi para pasien COVID-19 tanpa gejala (asimptomatik) ataupun yang bergejala ringan, sehingga mempercepat kesembuhan dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah dan beresiko membahayakan orang-orang disekitar yang rentan terinfeksi virus COVID-19.

Selain itu, kata kedua kader PDI Perjuangan ini, dengan isolasi di kapal, diharapkan dapat membatasi ruang gerak penyebaran virus COVID-19 karena mobilitas pasien hanya dilakukan di atas kapal, dengan bantuan para tenaga medis yang kredibel sehingga proses recovery bagi pasien dapat berjalan dengan segala baik.

Semua fasilitas kata Maurits-Joune terbuka umum dan gratis bagi seluruh warga terkonfirmasi positif (OTG dan gejala ringan) tanpa sekat suku, agama, ras ataupun golongan.

“Pemerintah telah berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dan menyiapkan sejumlah fasilitas bagi seluruh pasien yang akan menjalani isolasi di atas KM Tatamailau,” katanya.

Maurits-Joune juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden, Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan RI bersama jajaran, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, Ketua Satgas COVID-19 Nasional, Kepala BNPB, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Dirut PT Pelni, Dirut Pelindo IV bersama jajaran, unsur Forkopimda Sulut dan Kota Bitung.

“Serta semua pihak yang terlibat sehingga fasilitas yang begitu memadai ini dapat digunakan dalam rangka mendukung percepatan penanganan penyebaran virus COVID-19 terutama di wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minut,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Pietter Lumingkewas mengatakan bahwa, Isolasi terapung terpusat KM. Tatamailau dapat menampung sebanyak 458 bed tersebut merupakan satu dari lima lokasi Isolasi terapung yang ada di Indonesia.

Dengan mengusung 3 Konsep yakni recovery dimana tenaga kesehatan menyiapkan sejumlah menu sehat dan vitamin suplemen untuk kesembuhan, yang kedua konsep Training untuk memberikan semangat yang meningkatkan imun dan yang terakhir yaitu olahraga dan rekreasi agar tidak jenuh menjalani isolasi di fasilitas ini.

Terima kasih, juga atas bantuan dari BRI yang berupa alat pelindung diri dan multivitamin yang akan dipergunakan dalam fasiltas ini.

Isolasi terapung ini merupakan langkah cepat pemerintahan Maurits-Hengky dalam menanggulangi ketersediaan Bed Occupation Rate Kota Bitung dalam rangka memperkecil potensi penyebaran Covid-19 Di Kota Bitung yang dapat dapat di manfaatkan masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara.(zet)

banner 300x250