Geliat Industri Perikanan Sulut Optimistis Tumbuh Signifikan

Gubernur Olly Dondokambey bersama nelayan dengan hasil tangkapan ikan
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven OE Kandouw (ODSK), tepatnya  memasuki semester I  periode kedua, terus memantapkan visi dan misi, khususnya pada program unggulan industri perikanan.

Pemerintah pusat menyatakan optimistis dan sangat bangga dengan potensi perikanan yang ada di Sulut, terutama dengan sejumlah program yang dilakukan Gubernur Olly.

Bacaan Lainnya

Gubernur Olly Dondokambey dengan hasil tangkapan nelayan

Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan support penuh atas strategi dan langkah Gubernur Olly yang membawa dampak positif dalam mendorong peningkatan sektor kelautan darat dan laut.

Sehingga walaupun di masa pandemi Covid-19, Pemprov Sulut terus termotivasi untuk meningkatkan sektor perikanan agar tetap berkontibusi aktif.

Gubernur Olly berharap tren positif perikanan  Sulut tumbuh pesat di masa pendemi, dan terus dipertahankan hingga di level pemenuhan kebutuhan lokal, nasional dan internasional atau ekspor.

Gubernur Olly membaur bersama nelayan di Pulau Lembeh

Gubernur dalam berbagai kesempatan, mengingatkan, untuk meningkatkan laju perikanan Sulut, perlu dilakukan koordinasi dan sinergitas. Sebab, hal itu akan menjadi bagian yang teramat penting.

Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mendongkrak perikanan Sulut, ada sejumlah kemudahan yang di dapat. Antara lain, perizinan kapal tangkap, perizinan kapal nelayan dan para penambak dijanjikan akan mendapatkan bantuan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut, Tienneke Adam, memprediksi di tahun 2021 ini sektor perikanan akan melambung, menyusul berbagai terobosan yang dilakukan.

Gubernur Olly Dondokambey berharap nelayan Sulut semakin sejahtera

Terlihat data yang bersumber dari dinas perikanan per semester I (Februari hingga Juli 2021 di mana ada capaian dan terobosan dan inovasi  seperti:

* Restocking benih ikan di laut dan perairan umum daratan sebanyak kurang lebih 255.000 ekor benih

*Rehabilitasi Unit Pengelola Ikan/UPI UMKM sebanyak 6 unit di Minut, Manado dan Mitra

*Pelayanan online gratis Tanda Daftar Kapal Perikanan (e-TDKP) <5 GT dan fasilitasi penerbitan pas kecil kapal.

Gubernur Olly Dondokambey pantau aktivitas pelabuhan nelayan

*Pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan :
Lokasi: Pelabuhan Pantai Tumumpa Manado, Belang Mitra, Dudepo Bolmong, Ulu Siau Kepulauan Sitaro dan Tanjung Sidupa Boltim.

Terobosan lainnya untuk membuka ekspor langsung atau direct call Manado-Jepang (Narita) dimulai pada 23 September 2020, dengan membawa muatan 12,12 ton. Penetapan Perda  Sulawesi Utara Nomor 1 Tahun 2017 tentang rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil tahun 2017-2037, merupakan Perda I di Indonesia terkait tata ruang laut.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Manado, selama periode pertama ekspor langsung yang dimulai pada 23/09/2020 sampai dengan saat ini 09/06/2021 tercatat 36 kali pengiriman dengan volume ekspor sejumlah 584, 92 Ton dan devisa yang diperoleh mencapai USD 4.916.999,39.

Komoditas yang diekspor antara lain hasil perikanan berupa ikan tuna.

Wagub Steven OE Kandouw saat melakukan direct call ekspor dari bandara Sam Ratulangi

Sebelumnya ekspor komoditas Sulut masih melalui pelabuhan udara di Jakarta atau Surabaya padahal negara yang menjadi tujuan ekspor adalah jepang yang secara geografis lebih dekat Manado dibanding dari Jakarta dan Surabaya sehingga tidak efisien dan menyebabkan tingginya biaya logistik.

Biaya logistik yang tinggi menyebabkan harga produk di pasar luar negeri menjadi mahal dan sulit bersaing dengan produk lainnya.

Selain itu lamanya waktu perjalanan dan adanya kegiatan transit sekitar 24-30 jam menyebabkan barang ekspor ke Jepang membuat kualitas barang turun, apalagi komoditas perikanan yang butuh kondisi segar.

“Direct call ekspor ini turut membantu pemulihan ekonomi nasional khususnya di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Gubernur Olly sembari menambahkan penerbangan ekspor langsung diangkut dengan pesawat cargo Garuda Indonesia seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA 8800 dilakukan setiap Rabu malam dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dan tiba di Bandara Narita, Jepang pada Kamis pagi.

Penerbangan ekspor langsung diangkut dengan pesawat cargo Garuda Indonesia seri A330-200 dengan nomor penerbangan GA 8800

Selanjutnya, salah satu terobosan yang dilakukan adalah penambahan fasilitas penetapan pelabuhan perikanan Salibabu Kepulauan Talaud sebagai proyek strategis nasional.

Inovasi uang dilakukan antara lain:
1. Restrukturasi Armada Perikanan
2. Peningkatan Sistem Rantai Dingin
3. Pengembangan dan Pemanfaatan Pelabuhan Perikanan
4. Penguatan Kelembagaan Kelompok
5. Pengembangan Sarana/ prasarana perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan
6. Perlindungan dan pemberdayaan nelayan (Sehat nelayan, sehat pembudidaya, asuransi nelayan). Di mana melalui asuransi khusus bagi para nelayan tersebut, akan menjadi program unggulan. Program asuransi ini, akan memberikan jaminan kepada nelayan, terutama dari sisi kesejahteraan.(Advertorial Diskominfo Sulut)

banner 300x250