Perumda Pasar Sosialisasikan Peralihan Status ke Pedagang Pasar Winenet Bitung

IMG-20210818-WA0009

Direktur Umum Perumda Pasar Tasman Balak memimpin sosialisasi di Pasar Winenet

Bitung, Sulutreview.com- Setelah resmi dilakukan peralihan Management dari Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Bitung ke pihak Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar. Membuat pihak Perumda Pasar yang dipimpin Drs Harto Kahiking ini, langsung tancap gas untuk bergerak cepat, melakukan sosialisasi ke sejumlah Pasar yang ada di Kota Bitung.

Bacaan Lainnya

Buktinya pada Selasa (27/07/2021), sejumlah pengurus Perumda Pasar yang dihadiri Bapak Tasman Balak, Masri Kereh, Recky Gosal serta Kepala Pasar Winenet Perumda Pasar Ibu Wiwin Sumampouw serta Ketua DPD APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) cabang Bitung Reynald Maringka dan Pak Hi Chairudin Bandu dan Olten Sikopong selaku Kasie Kebersihan dan Keamanan Perumda Pasar melakukan, sosialisasi peralihan management kepada pedagang di Pasar Winenet.

Pada sosialisasi tersebut, pihak Perumda Pasar, menyampaikan melalui pengeras suara bahwa terhitung tanggal 16 Juli, tahun 2021 telah dilakukan secara resmi peralihan status pengelolaan Pasar dari Dinas Perdagangan ke Perumda Pasar Bitung yang sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2018.

Kalangan Pasar pun, terlihat baru mengetahui akan peralihan status dari Dinas Perdagangan Kota Bitung ke Perumda Pasar. Akan tetapi, ada yang mengaku bahwa saat ini. Pihaknya membayar sewa lahan yang katanya adalah pemilik tanah di Pasar Winenet.

Tasman Balak selaku Direktur Umum Perumda Pasar, kepada wartawan mengatakan bahwa dengan secara resmi adanya peralihan ini, maka segala penagihan retribusi di dalam Pasar semuanya beralih ke Perumda Pasar.

“Jadi bagi para pedagang, diharapkan saat ini. Melakukan pembayaran retribusi melalui Perumda Pasar,” tandasnya.

Kendati begitu, usai melakukan sosialisasi di dalam Pasar Winenet, salah satu pemilik lahan di dalam Pasar Winenet Samsudin Mahmud yang disapa Pak Nyong terlihat langsung datang ke Sekretariat Asosiasi pedagang, untuk mempertanyakan akan sosialisasi dari pihak Perumda Pasar tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini, persoalan tanahnya didalam Pasar Winenet diduga belum ada kejelasan. Sehingga pedagang yang berjualan, dilahanya wajib membayar sewa tanah, sebesar Rp 5.000 per hari ke pihaknya yakni ke Keluarga Awondatu.

“Untuk itu pihaknya mempersilahkan Perumda Pasar melakukan penarikan retribusi kepada Pedagang, namun kami tetap menjalankan penarikan sewa lahan ke Pedagang. Kami berharap hasil pengukuran-pengukuran tanah di dalam Pasar Winenet, harus jelas sebab pada tahun 2017 sudah ada hasil yang disepakati yang dihadiri juga oleh pihak Pemkot dan Instansi lainya, seperti pihak Badan Pertanahan dan Kabag Hukum serta Pemkot Bitung, barulah hal ini setidaknya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Pada pembicaraan tersebut, awalnya terlihat memanas. Dimana terlibat debat kusir dan silang pendapat terjadi serta penyampaian pendapat dari pihak Asosiasi Pedagang Pasar Winenet, PUD Pasar diwakili Bapak Tasman Balak yang dikawal ketat, jajaran kepolisian.

“Tasman Balak dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya melakukan aksi ini, atas perintah Pemerintah dan kami akan lindungi pedagang Pasar di Winenet dan seluruh Pasar di Kota Bitung ini. Jika ada yang keberatan silahkan melapor ke aparat hukum. Kami siap meladeninya. Sebab kami hanya menjalankan aturan,” jelasnya.

Bapak Tasman menambahkan bahwa, sosialisasi ini akan dilakukan secara bergilir diseluruh Pasar Traditional di Kota Bitung agar kalangan pedagang tahu bahwa pengelolaan Pasar sudah diberikan wewenang kepada pihak Perumda sudah tidak lagi dikelola oleh Dinas Perdagangan.(zet)

banner 300x250