Dari Pra UKW Dewan Pers, Wartawan di Sulut Diingatkan Hindari 3 Dosa Ini

IMG-20210818-WA0009

Pra UKW via Zoom oleh Dewan Pers

Bitung, Sulutreview.com– Sebanyak 60 Wartawan di Sulawesi Utara (Sulut), sukses mengikuti Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dilaksanakan secara Virtual via Zoom oleh pihak Dewan Pers dan LPDS pada Rabu (07/07/2021).

Bacaan Lainnya

Banyak ilmu yang didapat yang memang menambah wawasan untuk bagaimana, menjadi seorang wartawan yang berkompetensi dengan memiliki News Value yang memang bernilai baik itu dalam etika seorang jurnalis dan tata cara untuk membuat suatu berita yang benar-benar, memiliki akurasi dan nilai yang benar-benar mengungkap suatu fakta dan kebenaran yang ada.

Pada UKW Dewan Pers Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) ini, dibimbing langsung oleh tiga pembimbing yang memiliki reputasi mumpuni, dalam dunia kewartawanan dari pengurus Dewan Pers, yaitu Bapak Asep Setiawan mengajarkan Filosofi Jurnalisme, Hendrayana SH,MH untuk materi Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Pers dari LPDS dan Ahli Pers Rustam Fachri untuk materi Liputan Investigasi.

Dalam ulasan para Nara Sumber dari Dewan Pers ini, memang sangat membuka alam pikiran bagi peserta UKW di Sulut. Bahwa ternyata, untuk membuat suatu berita tidak bisa secara serampangan saja.

Pada penjelasan awal yang disampaikan oleh Asep Setiawan, menjelaskan tentang filosofi Jurnalistik bahwa dunia Jurnalis sudah ada sejak Zaman Romawi di tahun 100-44 SM di era kepemimpinan Julius Cesar.

Asep mengatakan, bahwa sebagai seorang wartawan harus mengetahui sejarah sebagi seorang wartawan, apa itu hakikat pekerjaan wartawan jurnalisme, apa itu berita faktual, apa itu kepentingan publik, apa itu berita palsu (hoax).

“Sebab sebagai seorang wartawan harus mengetahui filosofi sebagai seorang wartawan yang sesungguhnya, yakni seorang wartawan keberadaannya adalah untuk menyampaikan informasi dari lingkungan sekitar kita kepada masyarakat,” ujar Bang Asep.

Sementara itu Hendrayana SH,MH untuk materi Kode Etik Jurnalistik dan Hukum Pers, menyampaikan kepada kalangan wartawan agar dalam menulis berita harus ada konfirmasi sepenuhnya kepada narasumber kita, jangan sampai ketika kita digugat tentu hal tersebut sangat mencelakai kalangan wartawan.

Hendrayana juga mengingatkan jika dalam penulisan berita terjadi kesalahan, segera berkonsultasi dengan pimpinan kita agar dapat meralatnya. Sebab banyak contoh dan pengalamanya yang didapatinya seperti hal tersebut.

“Saya berpesan dalam membuat berita, upaya konfirmasi harus diceritakan, meskipun narasumber kita, tidak merespons contohnya tidak mengangkat telpon, tidak bisa ditemui itu harus ditulis,” ujarnya.

Yang menarik, pada akhir acara yang dibawakan oleh Bapak Rustam Fachri untuk materi Liputan Investigasi. Dirinya mengingatkan kepada para peserta UKW di Manado ini, bahwa ada tiga dosa yang harus dihindari oleh wartawan.

“Yang pertama yaitu menerima suap, kedua menyebutkan nara sumber yang harus kita lindungi dan Ketiga yaitu Plagiat Berita,” jelasnya.

Selain itu, dalam teknik melakukan berita investigasi, seyognyalah segala sesuatu dapat selalu berkomunikasi dengan atasan Kantor kita, karena terkadang resikonya sangat besar.

“Seperti saya lalu pernah melakukan investigasi di limbah minyak goreng yang didaur ulang kembali dan kemudian diketahui oleh pekerja di tempat tersebut. Namun beruntung saya bisa selamat namun sempat digiring di lokasi tempat tersebut,” kata Rustam.

Mantan wartawan senior Koran Tempo ini mengatakan, bahwa dalam pembuatan suatu berita harus valid, sesuai fakta dengan narasumber yang berkompeten. Misalnya dari seorang aktivis tapi harus yang memang jelas, serta benar-benar berqualified agar supaya berita yang kita angkat memang sangat berarti atau memiliki News Value.

Rustam juga mengharapkan, agar peserta UKW asal Manado ini, dapat selalu menjaga marwah sebagai seorang wartawan yang berkompeten dan berkualitas.

Diketahui untuk peserta UKW dari Dewan Pers dengan bekerjasama dengan LPDS ini dari 60 yang terdaftar, hanya 54 yang mengikutinya secara Virtual via Zoom.

Dan menurut salah satu Panitia pelaksana UKW di Sulut Jeane Rondonuwu, bahwa usai Pra UKW akan dilanjutkan pada pelaksanaan UKW secara tatap muka yang akan dijadwalkan pihak Dewan Pers nanti.

“Terimah kasih atas kerjasama semua teman-teman wartawan yang telah berpartisipasi di Pra UKW saat ini,” jelasnya.(zet)

banner 300x250