Bahas Ekspor Tuna dan Kapal Mangkrak, Olly Koordinasi Menteri KP

Gubernur Olly dan Sekdaprov Edwin Silangen
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Berbagai permasalahan yang muncul sehingga berpengaruh terhadap volume dan nilai ekspor perikanan, mendapat perhatian penuh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey.

Tak tanggung-tanggung orang nomor satu di Sulut ini, langsung memimpin jalannya pertemuan yang di dalamnya terdapat para eksportir dan pelaku bisnis perikanan yang ada di Sulut.

Bacaan Lainnya

Bahkan terkait permasalahan itu, Olly langsung berkoordinasi dan membuka koneksi dengan Menteri Perikanan dan Kelautan (KP), Sakti Wahyu Trenggono

Menariknya, hal itu direspon cepat. Di mana dalam waktu dekat ini Menteri Kelautan dan Perikanan akan berkunjung ke Sulut.

“Waktu koordinasi, Pak Menteri menyatakan siap untuk turun langsung ke Sulut, hal ini berkaitan dengan sejumlah permasalahan perikanan,” ujarnya usai menggelar rapat yang dilaksanakan di hotel Luwansa Manado, Selasa (29/6/2021).

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, selain membahas masalah ekspor perikanan juga tentang operasional kapal-kapal yang mangkrak.

“Menteri berjanji akan ke Manado. Nanti kita diskusikan bersama tentang solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kapal-kapal yang mangkrak akan kita operasionalkan kembali,” ujarnya.

Pemprov Sulut, sambung Olly, juga akan menjalin kerja sama dengan Pemprov Maluku. Tujuannya untuk menambah stok produksi ikan. Terutama untuk memenuhi permintaan ekspor

“Ini akan kita lakukan supaya ikan kita bertambah banyak, dan mampu memenuhi permintaan,” ungkap Olly.

Sementara itu, menyikapi kendala biaya cargo maskapai penerbangan yang diakibatkan oleh menurunnya volume ekspor, Pemprov Sulut berjanji membantu subsidi dalam hal ekspor.

“Kalau kurang volume ekspornya, kita bantu subsidi biaya angkutan cargonya. Hal ini berlaku sampai semuanya berjalan normal kembali,” sebut Olly.

Rapat Evaluasi dalam rangka Peningkatan Volume Ekspor Sulut Melalui Penerbangan Manado-Narita Jepang

Evaluasi yang diselenggarakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulut ini, juga mengungkap ekspor ikan tuna Sulut ke Narita, Jepang.

Dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut Dr Ir Tienneke Adam MSi, turunnya ekspor Sulut ke Jepang, diakibatkan oleh melimpahnya hasil tangkap di negara tersebut. Sehingga permintaan pembelian ikan ke Indonesia berkurang.

“Permintaan ekspor ikan yang biasanya sebanyak 2 ton, kini tinggal 200 Kilogram. Hal ini tentu saja tidak sebanding dengan cost cargo maskapai.

“Pembelian oleh buyer berkurang. Biasanya 2 ton kini hanya 200 kilogram. Bahkan beberapa hari lalu, tidak ada ekspor ikan tuna ke Jepang. Salah satu upaya adalah membuka market baru. Bisa Osaka, Ohio dan wilayah lainnya,” tukasnya.

Adam menambahkan bahwa berkurangnya permintaan ekspor tersebut, membuat Pemprov Sulut berusaha mencari buyer di kota lain selain Narita yang ada di Jepang, serta akan mengadakan misi dagang ke Jepang.

“Kami akan memperluas jaringan, dengan meningkatkan buyer. Misalkan di Narita sedikit, kita coba ke Ohio, Yokohama dan kota-kota lainnya,” tukasnya.

Hdir dalam rapat evaluasi, perwakilan maskapai Garuda Indonesia, pelaku bisnis perikanan dan eksportir.(eda)

banner 300x250