Penolakan Narkoba Dari Kelurahan Sampai di Sekolah

IMG-20210818-WA0009

Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus R Golose, (paling atas) Lurah Manembo-nembo Amelia Ngantung SSTP (kiri bawah), Guru SMAN 2 Reky Mangga (tengah bawah) Ketua Osis SMAN 2 Tesalonika Rotty (kanan bawah)

Bitung, Sulutreview.com-Kalimat Narkoba sudah tak asing ditelinga warga di seluruh Dunia saat ini, termasuk di Indonesia. Hal ini dikarenakan Narkoba adalah obat-obatan terlarang yang merusak system saraf  tubuh manusia yang dapat berujung pada kematian.

Hampir setiap Bulan bahkan setiap Minggu, ada saja kabar di Koran, TV dan Siber Online yang memberitakan pengungkapan peredaran Narkoba yang ditangkap, oleh aparat kepolisian yang seakan mati satu tumbuh seribu, terus merambah keseluruh penjuru di muka Bumi saat ini.

Apalagi yang menjadi sasaran empuk Narkoba ini, kebanyakan adalah kalangan Pemuda dan Remaja yang merupakan tulang punggung masa depan Bangsa. Lewat pergaulan bebas, kurangnya perhatian Orangtua dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya tentang Narkoba ini.

Fenomena ini pun, ternyata mendapat reaksi aktif bagi warga di Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) yang berkomitment teguh, untuk menolak Narkoba sebagaimana apa yang disampaikan oleh Kepala BNN RI Petrus R Golose dengan mengeluarkan kebijakan umum dengan tagar “War On Drugs” yang artinya Perang Melawan Narkoba di Era Pandemi Covid-19 menuju Indonesia bersih Narkoba (Bersinar).

Kota Bitung adalah Kota Pelabuhan yang memiliki populasi penduduk saat ini, sesuai data Badan Statistik Bitung bahwa untuk tahun 2020, berjumlah 226.134 jiwa. Dengan memiliki 8 Kecamatan dan 69 Kelurahan, dari data BNN Kota Bitung jumlah pasien rehabilitas ditahun 2020 berjumlah 35 orang dan untuk tahun 2021 dibulan Juni baru mencapai 3 orang pasien saja.

Menyambut Hari Anti Narkoba International (HANI) yang akan jatuh pada tanggal 26 Juni 2021, membuat wartawan menelusuri sejumlah warga, dalam hal ini pihak Kelurahan dan pihak siswa serta kalangan guru untuk menanyakan tanggapan mereka tentang Narkoba.

Wartawan pun, langsung menemui Lurah di Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari pada Rabu (23/06/2021) untuk menemui Lurah Amelia Ngantung SSTP yang kebetulan, berada di kantornya tersebut, namun sementara memberi arahan kepada perangkat kelurahan dalam hal ini Kepala Lingkungan (Pala) dan Rukun Tetangga (RT).

Lurah Manembo-nembo Amelia Ngantung SSTP

Dari hasil wawancara singkat dengan Lurah, ternyata pihaknya sangat mendukung dan telah berkomitment untuk menolak dan memerangi peredaran Narkoba. Bahkan, sosialisasi bahaya Narkoba ini, terus digaungkanya saat rapat dengan para aparat kelurahannya.

“Ya saat ini kami Kelurahan Manembo-nembo hampir setiap hari di rapat dengan Pala dan RT selalu saya mengingatkan agar selain disiplin dalam menjalankan tugas juga harus bersama-sama berkomitment untuk menolak dan memerangi Narkoba yakni obat-obatan terlarang tersebut,” ujarnya kepada wartawan sulutreview.com.

Selain itu, pihaknya selalu menyampaikan kepada para Pala dan RT untuk meneruskan kepada setiap warga apalagi remaja dan pemuda, untuk jangan sampai terjerat dengan pergaulan bebas yang berujung dengan memakai obat-obatan terlarang dalam hal ini Narkoba.

Usai wawancara, para Pala dan RT serta Lurah foto bersama sembari menyampaikan komitmentnya untuk tetap menolak dan memerangi Narkoba.

Usai di Kantor Lurah. Saya beranjak ke SMAN 2 Bitung tepatnya berada di Kelurahan Madidir Ure Kecamatan Madidir. DIsana, saya pun menemui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bapak Drs Recky Mengga dan Ketua Osis Tesalonika Rotty. Dimana kalimat yang sama juga digaungkan untuk komitment menolak Narkoba karena sangat membahayakan tubuh manusia terlebih masa depan Bangsa.

Bapak Mengga mengatakan bahwa sehubungan peran SMA tentang Narkoba. Menurutnya sejak dulu sudah ada kerjasama dengan BNN bahwa SMAN 2, menolak penggunaan Narkoba.

Wakil Kepsek Bidang Kesiswaan Recky Mangga

“Bagi kami, Narkoba adalah perilaku yang merusak masa depan bangsa. Sebab yang kami tahu, narkoba ini sangat menganggu saraf bagi tubuh manusia. Sehingga kami tetap komitment bahwa SMAN 2 Bitung menolak keras akan Narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Osis SMAN 2 Bitung Tesalonika Rotty (15) yang duduk di kelas XI, pada wawancara singkatnya dengan wartawan mengatakan, “bahwa saya, mewakili seluruh siswa di SMAN 2 Bitung, menyatakan sangat menolak berkaitan dengan penyebaran Narkoba di Kota Bitung, khususnya di SMAN 2 Bitung karena Narkoba sangat membahayakan, generasi Muda di Indonesia,” tegasnya.

Ketua Osis SMAN 2 Tesalonika Rotty

Selain itu, wartawan pun menanyakan apa sih, tips dari Tesa sapaan akrab Tesalonika untuk menghindari dari jeratan jurang hitam Narkoba ini. Menurut Tesa untuk menjadi benteng perisai untuk tidak terpengaruh dari Narkoba ada beberapa hal.

“Yaitu kalau saya mengetahui Narkoba itu obat-obatan terlarang dari lingkaran Keluarga itupun, sejak saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) selain itu informasi tentang bahaya Narkoba saya dapati melalui pemberitaan di televise dan kabar di internet lainya. Dan bagi saya, tips yang menjadi benteng perisai agar terhindar dari pergaulan Narkoba, yaitu hindari pergaulan bebas dengan melakukan hal-hal yang positif disekolah seperti mengikuti Pramuka ikuti olahraga dan kegiatan ekstrakulikuler lainya disertai dengan bimbingan Orangtua dan selalu beribadah dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Tesa tersenyum sembari menutup pembicaraan dengan mengatakan ‘War On Drugs’

Sebelumnya sebelum Pandemi Covid-19 menyerang, memang pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bitung, sejak tahun 2018-2019 sangat gencar melakukan sosialisasi Anti Narkoba dan Bahayanya, dalam bentuk apapun, terkait menyampaikan bahaya Narkoba kepada masyarakat, pihak sekolah, kepada kalangan umat beragama di Gereja dan Masjid dan sejumlah Rumah Ibadah lainya sampai melakukan kampanye Anti Narkoba dalam rangka meredam peredaran Narkoba di Kota Bitung.

Tak hanya itu saja, pihak BNN Bitung bersama, pihak jurnalis di Kota Bitung dan pihak DPRD juga sangat intensif melakukan FGD (Forum Group Discussion), terhadap memerangi bahaya Narkoba serta melakukan tes urine, yang dampaknya sangat luar biasa karena memberikan warning dan edukasi tentang pengenalan Narkoba sampai ketitik paling dalam akan bahayanya sampai jeratan hukum yang akan kita terima.

Seperti diketahui dari berbagai sumber menyebutkan, bahwa Narkoba adalah obat obatan terlarang yang jika dikonsumsi mengakibatkan kecanduan dan  jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun akan merusak organ dalam tubuh kita dan jika sudah melebihi takaran, maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya berujung pada kematian.

Apalagi sejak Kepala BNN RI yang dipimpin oleh Komjen Pol DR Petrus Gollose MM telah mengeluarkan Tagline  War On Drugs yakni menyatakan Perang terhadap Narkoba apa yang harus dilawan ? yaitu sikap acuh yang membiarkan peredaran gelap Narkoba  terus terjadi di lingkungan masyarakat. Karena sikap acuh dapat menumbuhkan dan membesarkan bisnis haram tersebut.

Semua orang sudah tahu dampak bahaya Narkotika. Tapi semua terkesan mengabaikan dan menyatakan bahwa memberantas Narkotika tugasnya BNN dan Aparat Kepolisian.  Padahal BNN dan Aparat Kepolisian tidak bisa berdiri sendiri dalam menangani permasalahan yang sangat serius ini.

BNN dan Aparat Kepolisian sudah bergerak sedemikian rupa. Namun Hal itu tidak memberikan dampak yang signifikan untuk membasmi peredaran gelap Narkoba sampai akar-akarnya. Tidak henti-hentinya BNN mengajak masyarakat dan instansi pemerintah lainnya untuk sama-sama bergerak di Bidang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).

BNN terus berupaya memberikan sosialisasi bahaya Narkoba kepada masyarakat. Selain itu BNN juga mengajak segenap masyarakat agar secara sadar dan berkesinambungan untuk menyatakan sikap menolak Narkoba. Upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk berperan aktif di lingkungannya masing-masing, sehingga masyarakat menjadi sadar akan bahaya ancaman peredaran gelap Narkoba.

Jangan sampai generasi kita hancur karena peredaran gelap Narkoba. Mari ciptakan kesadaran bahwa Narkoba benar-benar ancaman serius bangsa kita.

Untuk itu, marilah kita semua warga Indonesia untuk untuk bersama-sama memerangi Bahaya Narkoba ini secara keroyokan menyatakan Stop Narkoba “War On Drugs” demi anak cucu kita di masa depan nanti.(ferdinand)

banner 300x250