Polsek Matuari, Tangkap Pelaku Penyerangan Panah Wayer di Manembo-nembo Bitung

IMG-20210818-WA0009

Tim Polsek Matuari sukses tangkap pelaku penyerangan panah wayer di manembo-nembo

Bitung, Sulutreview.com– Langkah 3 pelaku yang diduga menjadi otak dalam penyerangan dengan menggunakan senjata tajam jenis Panah wayer pisau yang terjadi di wilayah Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari Kota Bitung pada 8 Juni tahun 2021 untuk melarikan diri. Akhirnya terhenti, setelah tim Polsek Matuari melakukan pengejaran sampai di Kota Gorontalo.

Ketiga tersangka ini dengan dengan nama VT alias Ecen (16) warga Bitung Barat 1 dan TD (15) alias Tin warga Bitung Barat 1 serta OM (15) alias Forlan warga Bitung Barat 1 ini, sempat Buron 8 hari, setelah kejadian penyerangan panah wayer yang membuat korban ES, alias Esra tertancap Panah Wayer di punggungnya.

Akan tetapi, berkat kecerdikan dan strategi jitu dari tim Gabungan Polsek Matuari berhasil membekuk, Tin dan Ecen sampai ke wilayah Gorontalo. Sementara Forland datang ke Polsek Matuari dengan menyerahkan diri.

Kapolres Bitung AKBP Indrapramana H. SIK melalui Kapolsek Matuari Kompol Andry Permana SIK mengatakan, bahwa memang kejadian penyerangan menggunakan panah wayer di wilayah Manembo-nembo sempat menghebohkan dan meresahkan warga.

Namun kasus ini dengan cepat kami tindak lanjuti setelah menerima laporan dan dengan secara cepat, kami langsung menangkap ketiga pelaku yang diduga, melakukan penyerangan panah wayer menyebabkan 1 korban terkena panah wayer di bagian punggung.

Menurut mantan Kasat Lantas Polres Bitung ini, bahwa kejadian ini terjadi pada hari Rabu tanggal 08 Juni 2021 sekitar pukul 20.00 WITA.

“Dimana dari keterangan yang kami dapati, kejadian ini dipicu, karna adanya kelompok anak muda yang di ketuai perempuan Tin ini, melakukan penyerangan kepada kelompok anak-anak muda kelompok korban ES, dikarenakan ada salah satu teman pelaku ada berselisih paham dengan korban,” jelasnya kepada sejumlah wartawan Jumat (18/06/2021).

Menurutnya, kejadian ini berawal saat pelaku lelaki Ecen dan perempuan Tin berboncengan tiga bersama dengan lelaki Forlan pergi ke arah sekitar rumah sakit Manembo-nembo untuk menghadiri pesta di rumah teman pelaku dan juga dengan maksud untuk mencari korban lelaki EN bersama kelompok teman-temannya.

Berselang beberapa waktu kemudian, setelah minuman keras yang diminum sudah habis, kedua pelaku sempat melihat korban lelaki EN lewat dengan sepeda motornya, sehingga pelaku lelaki Ecen, langsung mengejar korban dengan menggunakan sepeda motor, bersama perempuan Tin dan lelaki Forland, sehingga pelaku lelaki Ecen dan perempuan Tin sempat menghentikan sepeda motor korban, namun korban tetap melaju dengan sepeda motornya.

Dan dari situlah, lelaki Ecen dari belakang dan di atas sepeda motor, yang sudah mempersiapkan panah wayer miliknya bersama dengan pelontarnya, melontarkan panah tersebut sebanyak satu kali dan mengenai dan tertancap di punggung belakang korban. Melihat korban sudah terluka, disitulah para pelaku langsung bergegas melarikan diri.

Atas kasus penyerangan panah wayer ini, membuat 1 korban ES sampai saat ini masih dirawat di RSUD Manembo-nembo.

“Untuk saat ini ketiga pelaku sudah kami amankan dan akan dilakukan pemeriksaan secara intensif,” kuncinya.(zet)

banner 300x250