UNIMA Akan “Gandeng” Pemkot Bitung Jalin Kerjasama Dengan Negara Swedia

IMG-20210818-WA0009

Rektor UNIMA MoU bersama Pemkot Bitung

Bitung, Sulutreview.com- Gaung Kota Digital yang digelorakan Pemerintahan Kota Bitung dibawah pimpinan Walikota Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Walikota Hengky Honandar SE ternyata mendapat perhatian serius oleh sejumlah Universitas di Sulawesi Utara (Sulut).

Buntut Kota Bitung telah menjadi Kota Digital, membuat salah satu Universitas ternama di Sulut yaitu Universitas Negeri Manado (UNIMA) datang ke Kota Bitung untuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU).

Tak tanggung-tanggung kedatangan pihak UNIMA dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd dan sejumlah jajaran pengurus Senat UNIMA.

Kedatangan rombongan UNIMA, di Rumah Jabatan Walikota Bitung. langsung disambut, oleh Walikota Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Walikota Hengky Honandar dan Kadis Pendidikan Julius M Ondang MS.i kemudian langsung dipersilahkan masuk untuk sharing bersama.

Deitje mengaku terkagum-kagum dengan inovasi penggambungan pendidikan dengan digital yang menjadi program Maurits-Hengky di dunia pendidikan Kota Bitung.

Tak lama sharing panjang lebar antara Walikota dan Rektor, kemudian langsung dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Tri Dharma Kamis (17/06/2021).

Rektor UNIMA sangat berbangga bisa kerjasama dengan Pemkot Bitung. “Yang punya inovasi jitu, dalam di dunia pendidikan yakni memadukan pendidikan dengan digital,” kata Deitje.

Pihaknya pun menyatakan kesiapan untuk meningkatkan mutu, sinergitas antara perguruan tinggi dan Pemkot serta akan ikut membantu Pemkot hingga ke tingkat perangkat daerah yakni Kepala Dinas Pendidikan hingga ke Kepala Sekolah.

“Kami sangat concern dengan komunitas belajar. Kita akan lakukan pendampingan dengan guru-guru, karena memang Unima penghasil guru baik itu guru IPA, Matematika dan mata pelajaran lainnya,” katanya.

Apalagi kata dia, program Merdeka Belajar dan program pendidikan lainny, juga menjadi perhatian pihaknya sehingga dosen harus juga berada dan terjun ke lapangan untuk mendapatkan rekognisi bersama dengan membangun pendidikan di daerah dan juga kota.

Selain itu, mahasiswa bisa melakukan pelatihan dengan skema Kuliah Kerja Nyata (KKN), enam bulan dan pihaknya siap mengeluarkan sertifikat bagi peserta pembelajaran komunitas.

“Pemkot Bitung bisa kerja sama dengan BI yang ada di Unima dalam rangka memetakkan tanah-tanah, lokasi, geospasial dan sebagaianya untuk menunjang program digital Kota Bitung,” katanya.

Bahkan Deitje menyampaikan soal Unima sudah kerjasama dengan Swedia dan bisa jadi akan melibatkan Pemkot Bitung agar Kota Bitung menjadi icon pendidikan di Sulut.

“Sebab dengan dijadikannya Bitung Kota Digital, akan lebih menjadikan Kota Bitung semakin mendunia dan dikenal,” pungkasnya.(zet)

banner 300x250