Soft Opening RSUD Sulut, Olly : Jangan Salah Tafsir Nama ODSK

Gubernur Olly Dondokambey saat melakukan pengguntingan pita menandai operasional rumah sakit sudah bisa dimanfaatkan masyarakat
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi beroperasi, sejak Rabu (9/6/2021).

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menandai dengan pengguntingan pita melalui agenda soft opening.

Bacaan Lainnya

Orang nomor satu di Sulut ini, saat mengawali sambutannya menyampaikan pesan agar masyarakat tidak salah tafsir dengan penamaan ODSK yang tertera di depan air mancur.

Penamaan ODSK yang merupakan akronim atau penggalan kalimat yang memberikan spirit bagi masyarakat, bahwa pemerintah hadir memberikan layanan kesehatan yang terbaik, sempat menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Masyarakat jangan salah tafsir bahwa ini rumah sakit Olly-Steven. Bukan seperti itu, sebab untuk memberikan nama rumah sakit, ada aturannya. Untuk pemberian nama orang, harus lima tahun meninggal baru bisa dipakai untuk nama rumah sakit maupun jalan,” ujarnya sembari menambahkan sesuai aturan Menkes pemberian nama rumah sakit harus identik dengan daerah.

“Ini sama juga dengan program di Kabupaten Mitra, ada sebutan ODSK yang artinya orang desa sehat kuat,” imbuh Olly.

Olly mengatakan dengan adanya soft opening, maka RSUD secara resmi beroperasi dan dapat memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Gubernur Olly Dondokambey saat memberikan sambutan

“Mudah-mudahan pembangunan selesai ini tahun. Tetapi rumah sakit sudah bisa beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi masyarakat Sulut hampir 80 persen dicover BPJS Kesehatan,” tukasnya.

Menariknya, Olly menyebut bahwa RSUD Provinsi Sulut akan memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sesuai pengalaman operasional rumah sakit swasta tidak ada yang rugi. Makanya kelola dengan baik,” sebut Olly sambil merinci pembangunan rumah sakit telah menghabiskan dana anggaran sebesar Rp304 miliar yang dikerjakan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur-red).

“Rumah sakit ini memiliki 376 bed kalau dikali Rp500 ribu satu bed dikali 350 hari, bisa memperoleh Rp175 miliar per tahun. Itu belum termasuk pengobatan dan lainnya. Paling tidak akan mendapatkan Rp100 miliar PAD per tahun,” rincinya.

Olly juga mengatakan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) audit tidak ada temuan yang krusial. “Hasil audit BPK sangat baik, ini harus kita syukuri,” tandasnya.

Untuk tempat parkir, yang akan memanfaatkan lahan di samping bangunan rumah sakit, pemprov akan melakukan penghapusan bangunan yang mangkrak.

“Kita akan lakukan penghapusan bangunan baru akan digunakan tambahan dana APBD untuk menyiapkan fasilitas lahan parkir,” ujarnya.

RSUD Provinsi Sulut tampil mentereng

Olly juga menyampaikan pembangunan RSUD Provinsi Sulut untuk bersaing. “Tujuan membangun rumah sakit bukan persaingan, tetapi pelayanan kesehatan bagi daerah tetangga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kita juga dibantu oleh RSUP Kandouw,” kata Olly kembali.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dr Debby Kalalo, dalam laporan menyebutkan pembangunan rumah sakit berada di atas lahan sertifikat HGB NO. 352-A 1380531 tahun 1985 dengan luas 38.800 meter persegi.

Untuk luas bangunan RSUD memiliki luas total 38.002 meter persegi dengan pelaksanaan pembangunan dilakukan dalam 2 (dua) tahap.

Tahap pertama pembangunan gedung utama/gedung tower sebanyak 12 lantai lengkap dengan helipad yang dipakai sebagai sistem rujukan. Gedung utama berfungsi sebagai ruang IGD, ruang perawatan dan ruang tunggu dengan luas total 33.570,4 meter persegi.

Fasilitas ruang gedung meliputi, managemen, rumah duka serta landscape/area parkir dan taman. Selanjutnya terkait bentuk bangunan utama di bangun dengan tiga bagian utama yang saling terhubung yang terdiri dari ruang IGD, ruang perawatan serta ruang tunggu.

Daya Tampung RSUD Provinsi Sulut Rumah sakit ini dibangun dengan klarifikasi type B dan mempunyai daya tampung sebanyak 376 bed yang terdiri dari ruang IGD, ruang ICU, area hemodialisa umum dan isolasi, ruang VIP dan VVIP ruang perawatan kelas 1, ruang perawatan kelas 2 dan ruang perawatan kelas 3.

Jenis Unggulan Pelayanan di RSUD Provinsi Sulut mencakup pelayanan ginjal, hipertensi dan diabetes.

“Rumah sakit menyiapkan 250 tenaga medis dan 40 dokter. Ini akan terus berubah. Dan mulai besok sudah mulai beroperasional,” kata Kalalo.

Soft opening turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Sekretaris TP PKK Sulut dr Devi Kandouw-Tanos, Direktur RSUD Provinsi Sulut dr Greity Giroth, jajaran PT. SMI dan para pejabat Pemprov Sulut.(eda)

banner 300x250