Keluhan Dugaan Penarikan Uang 100 Ribu, Saat Penamatan SMPN 1 Bitung

IMG-20210818-WA0009

Sekolah SMPN 1 Bitung

Bitung, Sulutreview.com– Entah ini bisa dikatakan berpotensi adanya Pungutan Liar (Pungli) atau tidak. Yang pasti, di Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di salah sekolah unggulan yaitu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bitung, diduga masih saja melakukan penarikan uang kepada siswa dengan berkedok hal-hal yang tidak mendasar sesuai aturan hukum yang berlaku.

Hal ini terungkap, saat salah satu Orangtua siswa. kelas IX yang mempertanyakan permintaan uang sebesar Rp 100.000, saat anaknya tamat di SMPN 1 Bitung tersebut.

“Ya memang saya sebagai Orangtua, keberatan sih, dengan adanya permintaan uang yang katanya untuk pembangunan kalau tidak salah lantai sekolah dengan nominal Rp 100.000 rupiah,” kata salah satu Orangtua yang namanya enggan untuk dipublikasikan kepada wartawan Selasa (08/06/2021).

Menurutnya memang, dalam sepengetahuanya, sebenarnya pihak sekolah dalam melakukan permintaan uang sebesar itu, harus dirapatkan dulu. Akan tetapi hal ini tidak demikian.

“Yang saya tahu, dalam hal untuk partisipasi dan sebagainya wajib untuk dirapatkan terlebih dahulu. Dengan melibatkan Orangtua, pihak Komite Sekolah barulah diputuskan, kalaupun ini diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan Bitung,” katanya.

Apalagi menurutnya, dengan melihat kondisi saat ini, masi Pandemi Covid-19. Tentu warga Bitung, bisa dibilang masih masih saat sukar mencari uang. “Yang setidaknya hal ini, tidak lagi dilakukan bagi setiap sekolah,” keluh salah satu Ortu siswa yang tamat di SMPN 1 Bitung ini.

Secara terpisah, Kepsek SMPN 1 Bitung. James Lomboan ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa memang saat penamatan lalu, ada permintaan kepada para Orangtua tamatan, untuk dapat membantu uang cinderamata untuk sekolah sebesar Rp 100.000.

Hanya saja kata Kepsek, permintaan bantuan ini tidak dipaksakan. Itu pun kami tidak mewajibkan semua Orangtua, hanya melihat kemampuan latarbelakang ekonomi masing-masing. “Jadi kalau Orangtua kelihatan tidak mampu kami tidak paksakan atau mewajinkanya,” tandasnya.

Lebih jauh juga, Lomboan mengatakan bahwa uang cinderamata ini, memang untuk pembangunan lantai sekolah, di bagian belakang untuk pembuatan paving.

Saat ditanya apakah dalam permintaan uang cinderamata ini, sudah dirapatkan sebelumnya dengan Orangtua dan Komite Sekolah? Lomboan menjawab memang belum dibicarakan melalui rapat. “Namun hal ini, sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan,” jelas Lomboan.(zet)

banner 300x250