Kadis Ondang Angkat Bicara, Dugaan Penarikan Uang Cinderamata SMPN 1 Bitung

0
89

Julius Ondang SP.d MS.i

Bitung, Sulutreview.com– Kabar adanya, dugaan penarikan uang, cinderamata yang dilakukan saat penamatan siswa di SMPN 1 Bitung, langsung membuat pihak Dinas Pendidikan angkat suara.

Kepada sejumlah wartawan Rabu (09/06/2021) Kadis Pendidikan Drs Julius Ondang MS.i mengatakan, bahwa pihaknya, sudah menjelaskan kepada sejumlah wartawan yang bertanya soal hal ini lalu, bahwa memang beberapa hari lalu, dirinya diberitahu oleh Kepsek SMPN 1 Bitung, bahwa pihaknya telah melakukan, permintaan dana, kepada siswa yang tamat untuk bantuan cinderamata namun katanya hanya orangtua yang ekonominya mapan tidak bagi Orangtua yang ekonomi pas-pasan.

“Akan tetapi, saya katakan secara tegas bahwa dengan catatan bahwa yang penting, siswa jangan dipaksakan dan juga diberlakukan bagi Orangtua siswa yang kurang mampu,” ujar Julius Ondang yang merupakan mantan Kepsek SMPN 2 Bitung yang banyak meraih prestasi ini.

Selain itu, Kadis menjelaskan, bahwa dalam pengerjaan Paving di SMPN 1 Bitung ini, pengerjaanya dilakukan oleh pihak Komite Sekolah, apalagi memang ada juga Orangtua yang sampai menyumbang pasir satu truck.

Sebelumnya memang ada salah satu Orangtua siswa kelas IX yang mempertanyakan permintaan uang sebesar Rp 100.000, saat anaknya tamat di SMPN 1 Bitung tersebut.

“Ya memang saya sebagai Orangtua, keberatan sih, dengan adanya permintaan uang yang katanya untuk pembangunan kalau tidak salah lantai sekolah dengan nominal Rp 100.000 rupiah,” kata salah satu Orangtua yang namanya enggan untuk dipublikasikan kepada wartawan Selasa (08/06/2021).

Menurutnya memang, dalam sepengetahuanya, sebenarnya pihak sekolah dalam melakukan permintaan uang sebesar itu, harus dirapatkan dulu, Akan tetapi hal yang terjadi tidak demikian.

“Yang saya tahu, dalam hal untuk partisipasi dan sebagainya wajib untuk dirapatkan terlebih dahulu. Dengan melibatkan Orangtua, pihak Komite Sekolah barulah diputuskan, kalaupun ini diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan Bitung,” katanya.

Apalagi menurutnya, dengan melihat kondisi saat ini, masi Pandemi Covid-19. Tentu warga Bitung, bisa dibilang masih masih saat sukar mencari uang. “Yang setidaknya hal ini, tidak lagi dilakukan bagi setiap sekolah,” keluh salah satu Ortu siswa yang tamat di SMPN 1 Bitung ini.

Secara terpisah, Kepsek SMPN 1 Bitung. James Lomboan ketika dikonfirmasi, membenarkan bahwa memang saat penamatan lalu, ada permintaan kepada para Orangtua tamatan, untuk dapat membantu uang cinderamata untuk sekolah sebesar Rp 100.000.

Hanya saja kata Kepsek, permintaan bantuan ini tidak dipaksakan. Itu pun kami tidak mewajibkan semua Orangtua, hanya melihat kemampuan latarbelakang ekonomi masing-masing. “Jadi kalau Orangtua kelihatan tidak mampu kami tidak paksakan atau mewajinkanya,” tandasnya.

Lebih jauh juga, Lomboan mengatakan bahwa uang cinderamata ini, memang untuk pembangunan lantai sekolah, di bagian belakang untuk pembuatan paving.

Saat ditanya apakah dalam permintaan uang cinderamata ini, sudah dirapatkan sebelumnya dengan Orangtua dan Komite Sekolah? Lomboan menjawab memang belum dibicarakan melalui rapat. Namun menurutnya baru disampaikan saat penamatan, itu pun tidak dipaksakan. Meskipun pelaksananya, tidak diacarakan mengingat masih Covid-19.

“Namun hal ini, sudah saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan,” jelas Lomboan.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here