Gubernur Olly Dorong Pelaku UMKM Sulut Hasilkan Produk Berkualitas

Gubernur Olly saat meninjau produk UMKM Sulut bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat dan Pemimpin BNI Wilayah 11 Manado, Koko Prawira Butar-Butar
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kian gencar menggaungkan pariwisata daerah. Hal itu perlu ditunjang dengan keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mampu menghasilkan produk berkualitas. Baik kuliner makanan ringan maupun kerajinan atau pun craft sebagai oleh-oleh yang akan dibawa wisatawan.

Untuk mewujudkan harapan tersebut sebanyak 600 UMKM diseleksi dan tercatat ada 111 UMKM yang diberikan pelatihan melalui kurasi. Sehingga produk memiliki standar pasar yang aman.

Bacaan Lainnya

Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan menyambut baik upaya tersebut guna mendukung pengemmbangan produk-produk UMKM lokal, serta mendukung pemulihan kondusif pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merespons positif pelaksanaan kegiatan kurasi UMKM ini, sekaligus menyambut gembira Pencanangan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI) 2021, yang sangat strategis dalam mendukung perkembangan produk-produk UMKM lokal, juga mendukung pemulihan kondisi pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara,” tutur Gubernur Olly pada kegiatan Kurasi Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) se-Prov. Sulut dirangkaikan dengan Pencanangan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata Indonesia (BWI) 2021 di Hotel Whiz Prime MTC Manado, Kamis (27/5/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Wilayah 11 ini bekerja sama dengan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut bertujuan untuk mencari, memilih dan menilai produk-produk pilihan berupa makanan olahan, kerajinan, kain dan kopi dari 111 UMKM Sulut untuk masuk dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang akan diselenggarakan pada Juli 2021.

“Program kurasi dapat mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga menggunakan produk lokal dan meningkatkan perekonomian domestik,” sebut Olly.

“BBI dan BWI adalah gagasan konstruktif yang berpotensi besar dalam mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengangkat produk-produk lokal, mengembangkan usaha-usaha ekonomi kreatif di daerah, dan berwisata di dalam negeri yang memiliki destinasi tidak kalah indah dengan destinasi-destinasi di luar negeri,” tukasnya.

Dalam kesempatan, Gubernur Olly mengingatkan bahwa komitmen yang kuat dan konsistensi dalam mengoptimalkan aktualisasi BBI dan BWI, serta dalam mengembangkan produk-produk lokal ini sangatlah dibutuhkan.

Gubernur mengajak masyarakat untuk turut support pengembangan UMKM dan sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara, bagi perekonomian masyarakat. “Usaha-usaha ekonomi kreatif di masyarakat ini, merupakan upaya pemulihan daerah dari pandemi Covid-19, dan juga bagi citra daerah Bumi Nyiur Melambai,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengatakan sepenuhnya mendukung Gerakan Nasional BBI dan BWI di Sulawesi. “Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah acara Gernas BBI/BWI pada bulan Juli 2021 dengan tagline #PelangiSulawesi. Gernas BBI/BWI tersebut diharapkan dapat membantu UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang di tengah sejumlah tantangan di masa pandemi ini, serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Gernas BBI/BWI sepanjang tahun 2021 ini telah dilaksanakan di berbagai daerah seperti Bali, Sumatera Utara, NTB, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan NTT. Selanjutnya Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah dan dilanjutkan dengan Jawa Timur, Aceh, Papua, Maluku, dan DKI Jakarta.

“Salah satu langkah kami untuk mendukung Gernas BBI/BWI adalah menjalin sinergi dengan BNI46 dalam kegiatan kurasi produk UMKM Sulawesi Utara. Produk-produk hasil kurasi ini akan ditampilkan dalam acara pembukaan Gernas BBI/BWI di bulan Juli, bersamaan dengan pameran produk yang akan diselenggarakan di beberapa tempat di Sulawesi Utara,” kata Arbonas.

Sementara itu, Pemimpin BNI Wilayah 11 Manado, Koko Prawira Butar-Butar mengungkapkan bahwa penguatan Artisanal Gernas BBI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Wilayah 11 Manado (Suluttenggomalut) bersama BI Sulut sebagai tahapan penguatan artisanal yang bertujuan meningkatkan kualitas dan pendampingan UMKM Sulut.

Pada Aktivitas yang dilaksanakan nanti, akan dilakukan identifikasi produk unggulan, pendampingan usaha hingga kemitraan artisan dan melakukan upaya onboarding UMKM pada platform ecommerce untuk transaksi online.

“Kegiatan ini akan mendorong penciptaan nilai tambah produk UMKM sehingga dapat mengikuti tren pasar dalam dan luar negeri, serta mampu meningkatkan daya saing dan meraih peluang ekspor produk UMKM apalagi dimasa pandemic Covid-19 seperti sekarang ini, transformasi UMKM untuk menjadi lebih digital menjadi sangat relevan,” bebernya.(eda)

banner 300x250