Gaet Investor, DPM-PTSP Sulut Promosikan Potensi Lokal via Aplikasi Digital

0
135
Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal, DPM-PTSP Sulut, Julius Tumilantow SE MM

Manado, Sulutreview.com – Meski terkendala pandemi Covid-19, namun tak menyurutkan semangat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk terus bergerak menggaet investor.

Diungkapkan Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPM-PTSP Provinsi Sulut, Julius Tumilantow SE MM, ada strategi yang dilakukan agar investasi di Sulut tetap diminati. Antara lain dengan memanfaatkan aplikasi digital. Tidak lagi melalui ajang pameran, seperti yang dilakukan sebelum masa pandemi.

“Melakukan pameran di masa pandemi, tidaklah tepat. Sehingga promosi secara virtual dan pemanfaatan aplikasi digital menjadi cara paling efektif untuk tetap menawarkan berbagai keunggulan, potensi dan peluang daerah yang ada di 15 kabupaten/kota,” sebut Tumilantow, Kamis (20/5/2021).

Promosi investasi, ujar Tumilantow, sangat berperan aktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di mana investasi dan ekspor merupakan poin penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

”Promosi investasi menjadi sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, DPM-PTSP berupaya menggeser promosi investasi dari cara konvensional ke arah digital. Perubahan model investasi ini kami lakukan sesuai dengan kebutuhan yang tepat di era pandemi,” jelasnya.

Tumilantow mengaku optimistis bahwa Sulut merupakan daerah yang unik, dengan berbagai potensi yang dimiliki. Terutama saat Likupang dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp5 triliun. Bahkan nantinya dapat menyerap 65.300 tenaga kerja hingga tahun 2040.

KEK Likupang yang mengusung konsep pengembangan pariwisata kelas premiun dan kelas menengah atau mid range resort, budaya atau cultural dan pengembangan Wallace Conservation Center yang merupakan potensi yang sangat tepat untuk digarap para investor.

“Berbagai upaya promosi terus digenjot, agar banyak investor yang mau datang untuk mengalirkan investasinya di Sulut,” ungkap Tumilantow.

Selain itu, promosi juga digencarkan di seluruh kabupaten/kota. Di mana saat ini, sedang dilakukan pengumpulan data.

“Dalam pengumpulan data, daerah kami dorong agar lebih bergairah meningkatkan sumber daya lokal yang punya nilai ekonomis namun belum dikelola,” ujarnya sembari menambahkan pengembangan Investasi akan mendorong terciptanya lapangan kerja. “Ini menjadi solusi dalam menekan angka kemiskinan di daerah,” sambungnya.

Pihak DPM-PTSP Sulut, kata Tumilantow tetap memaksimalkan berbagai event pertemuan secara virtual, karena akan menjembatani antara pemerintah dan pelaku usaha. Sebab, koordinasi dan sinergitas menjadi kunci penting suksesnya program yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“DPM-PTSP Provinsi Sulut berupaya untuk memfasilitasi kemitraan yang mempertemukan pelaku usaha dengan instansi pemerintah maupun lembaga terkait, guna mendukung peningkatan volume dan nilai investasi di daerah ini. Terlebih untuk memperkuat daya saing kualitas dan kuantitas sumber daya lokal,” tandasnya.

Di tengah upaya memutuskan mata rantai pandemi, telah berdampak pada anggaran. Dengan demikian, promosi melalui aplikasi digital jauh lebih efisien. “Karena promosi yang dilakukan memanfaatkan aplikasi digital, maka terjadi efisiensi anggaran,” katanya.

Diketahui, pada tahun 2020, DPM-PTSP telah merealisasikan 1.485 perizinan dengan capaian hingga di level yang melampaui target sebesar 1400 perizinan sudah termasuk non perizinan. Itu artinya, telah melampaui 85 target perizinan dan non perizinan yang ditetapkan.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here