Keluarga Besar LPMP Sulut Berbusana Tradisional di Peringatan Hardiknas 2021

0
230
Kepala LPMP Provinsi Sulut, Febry HJ Dien ST MInf Tech (Man), mengenakan pakaian adat Minahasa.

Pineleng, Sulutreview.com – Keluarga besar Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2021 yang jatuh pada 2 Mei 2021.

Menariknya, peringatan Hardiknas kali ini sangat unik. Di mana Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Harian Lepas (THL), Satuan Pengamanan dan cleaning service mengenakan pakaian tradisional.

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kepala LPMP Provinsi Sulut, Febry HJ Dien ST MInf Tech (Man), juga mengenakan pakaian adat Minahasa.

Keluarga besar LPMP Sulut kenakan pakaian tradisional

Peringatan Hardiknas yang dilakukan secara rutin merupakan bentuk penghormatan kepada Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara yang dirangkaikan dengan upacara bendera.

Kepala LPMP, Febry Dien dalam pembacaan pidato Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021, mengungkap bahwa sudah kedua kalinya peringatan Hardiknas dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19.

“Masa-masa ini tidaklah mudah bagi para pendidik, pelajar, orang tua, serta kita semua yang menjalani aktivitas di tengah wabah yang masih melanda dunia,” kata Dien mengutip pidato Makarim di halaman kantor LPMP Sulut di Pineleng, Senin (03/05/2021).

Pada hari Iahir Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara, sambung Dien, sekaligus menjadi hari penting bagi pendidikan nasional ini. “Marilah kita kesampingkan sejenak segala kesulitan. Hari ini kita bangkitkan semangat untuk menyongsong lembaran baru pendidikan Indonesia,” tukasnya.

Terlalu lama pernikiran Ki Hajar Dewantara yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Pendidikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia haruslah menuju arah lahirnya kebahagiaan batin serta juga keselamatan hidup. Esensi mendasar pendidikan haruslah memerdekakan kehidupan manusia.

“Mulai hari ini, pernikiran Bapak Pendidikan Indonesia tersebut haruslah kita jiwai dan kita hidupkan kembali agar lekas tercipta pendidikan yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, serta terwujudnya kemerdekaan belajar yang sejati,” sebutnya.

Hardiknas, ungkap Dien, adalah sebuah momen yang tepat bagi untuk merefleksikan kembali apa saja yang sudah dikerjakan dengan baik dan apa saja yang perlu diperbaiki.

Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang.

Peringatan Hardiknas diikuti seluruh ASN dan THL

“Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar,” ujar Dien.

Ada empat upaya perbaikan yang terus dikerjakan bersama berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

“Sejak saya menjabat sampai dengan saat ini, termasuk pada masa pandemi, sepuluh episode Merdeka Belajar telah diluncurkan dan akan masih banyak lagi terobosan-terobosan Merdeka Belajar yang akan kita lakukan. Transformasi yang bermakna ini kami kerj akan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan,” jelas Makarim kembali dikutip Dien.

“Dari lubuk hati yang terdalam, saya dan keluarga besar kementerian mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Terobosan-terobosan Merdeka Belajar betulbetul dapat menyasar seluruh masyarakat, mulai pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orangtua, para wakil rakyat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga dunia usaha dan dunia industri, dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote,” ungkapnya kembali.

Peserta yang berpakaian terbaik diberikan penghargaan

“Krisis pandemi ini adalah ladang optimisme yang menunggu untuk kita panen. Krisis adalah kesempatan kita untuk menuai kemajuan. Saat ini ada sebagian yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, adajuga yang tengah bersiap. Saya sangat bersemangat, melihat masyarakat sadar bahwa kita harus terus bergerak maju dan melakukan berbagai lompatan kemajuan tanpa keraguan, tentunya dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan,” beber Dien.

“Kita perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia. mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Silih asah, silih asuh, dan silih asih. Saling memintarkan, saling menyayangi, dan saling memelihara, demi satu tujuan: SDM unggul, Indonesia maju,” kata Dien.

“Akhir kata, di hari yang mulia ini dan di bulan yang penuh kemenangan ini, saya ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari bangkit dan pulih. Mari serentak bergerak, wujudkan Merdeka Belajar! Sekian, terima kasih,” tutupnya.

Usai menyampaikan sambutan, Dien
memberikan penghargaan kepada peserta upacara bendera yang berbusana tradisional terbaik. Sekaligus juga memberikan secara simbolis sertifikat In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Pegawai Tahap 1 yang diselenggarakan di LPMP Provinsi Sulut.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here