Mapalus Pendidikan, Inisiasi LPMP Sulut Tingkatkan Kualitas SDM

0
133
Mapalus Pendidikan disambut positif para pemangku kepentingan yang memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan di Sulut

Manado, Sulutreview.com – Langkah hebat yang dilakukan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan menggulirkan program Mapalus Pendidikan dinilai sebagai strategi tepat dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Nyiur Melambai.

Pemprov Sulut memberikan respon positif atas inisiasi LPMP tersebut, yang dipastikan akan membawa kemajuan bagi daerah.

“Dengan Mapalus Pendidikan, Sulut akan semakin maju dan hebat di masa mendatang. Terutama dari sisi peningkatan kualitas SDM. Di mana SDM sebagai prioritas dalam pembangunan daerah,” ungkap Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutan yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, dr Liesje Grace Punuh MKes saat menghadiri kegiatan Mapalus Pendidikan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, yang digelar di Four Points Hotel Manado, Jumat (30/4/2021).

Lanjut kata Punuh, pembangunan SDM yang berkepribadian dan berdaya saing menjadi salah satu sasaran Pemprov Sulut, mengingat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai salah satu pengukur keberhasilan Pemprov Sulut berada di level 72,93, padahal tahun sebelumnya tercatat 72,99. Dengan demikian sempat turun 0,66 poin.

“Sulut telah menetapkan strategi pembangunan SDM, yang dituangkan dalam RPJMD, sasarannya adalah peningkatan kualitas manusia Sulut. Di mana DM yang  berkepribadian tercermin dalam pendidikan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, dr Liesje Grace Punuh MKes saat menyampaikan sambutan mewakili Gubernur Sulut, Olly Dondokambey

Kegiatan Mapalus Pendidikan, sambung Punuh, merupakan bagian untuk mengoptimalisasi sasaran pengembangan SDM.

“Harapan ke depan, agar seluruh elemen terus bekerja bersama untuk membangun kekuatan pendikan bangsa dan daerah,” sebutnya.

Sementata itu, disampaikan Direktur Jenderal Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud Harris Iskandar yang diwakili Koordinator LPMP Dr Karman memberikan apresiasi langkah LPMP Sulut.

Koordinator LPMP Dr Karman

“Inisiasi yang sangat luar biasa. Kegiatan ini akan meningkatkan mutu pendidikan,” ungkap Karman.

Mapalus Pemdidikan, sambung Karman, akan menjadi salah satu upaya yang tepat. Terutama dalam menyelesaikan berbagai masalah dalam dunia pendidikan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, muncul berbagai isu faktual pendidikan, yang tentu saja tidak mampu diselesaikan LPMP sendiri. Nah melalui Mapalus Pendidikan akan menjadi solusi yang tepat,” tegasnya sembari menambahkan langkah LPMP Sulut telah mendahului pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat belum memencet tombol, tetapi Mapalus Pendidikan yang diinisiasi LPMP Sulut telah lebih dahulu mengumpulkan para pemimpin pendidikan,” tukasnya.

Karman berharap Mapalus Pendidikan akan membawa Sulut mencetak SDM unggul yang diawali dengan pendidikan.

“Apapun yang kita mulai sekarang, semua berangkat dari pemahaman bersama untuk memajukan dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Lebih jauh, Kepala LPMP Sulut, Febry Dien ST M.Inf Tech (Man) mengungkap pentingnya strategi Mapalus Pendidikan, sehingga berbagai kepentingan pendidikan, yang dituangkan dalam berbagai kebijaka tidak bias dan berjalan sendiri.

“Kebijakan dari Kemendikbud, pemerintah provinsi/kabupaten/kota, jangan sampai bias karena masing-masing bekerja sendiri-sendiri. Sebab kemajuan pendidikan harus dikerjakan bersama. Untuk itulah LPMP Sulut menginisiasi mengumpulkan pemimpin pendidikan,” bebernya.

Selama ini, tambah Dien, kewenangan pendidikan ditangani pemerintah secara parsial. Contohnya saja, SD dan SMP ada di kabupaten/kota. Untuk jenjang SMK/SMK/SLB di bawah Pemprov Sulut. Selanjutnya, untuk Unsrat, Unima, IAKN dan IAKN serta Politeknik menangani perguruan tinggi.

“Mapalus pendidikan sangat diperlukan sebagai jejaring. Di mana pada tahap pertama telah dilaksanakan pada 2020 lalu. Tepatnya pada tingkat kabupaten/kota. Selanjutnya, pada tahun 2021, kita tingkatkan di level provinsi,” kata Dien sambil menambahkan Mapalus Pendidikan babak kedua dimaksudkan untuk melengkapi penyusunan konsep Mapalus Pendidikan.

Kepala LPMP Sulut, Febry Dien ST M.Inf Tech (Man) saat berbincang dengan para pemimpin pendidikan

Pada kesempatan yang sama, dilakukan
penandatanganan deklarasi pembentukan Forum Komunikasi Pimpinan Pendidikan Daerah (Forkompimdikda).

Forum tersebut, menjadi sebuah konsep mempersatukan pimpinan pendidikan daerah.

“Tujuannya agar tidak terpecah belah. Sehingga kebijakan pendidikan dapat disatukan dan disamakan. Karenanya, Forkompimdikda ini akan disosialisasikan di 15 kabupaten/kota,” jelas Dien.

Mapalus Pendidikan diikuti dengan penandatanganan deklarasi pembentukan Forum Komunikasi Pimpinan Pendidikan Daerah (Forkompimdikda)

Untuk struktur Forkompimdikda, ungkap Dien akan disesuaikan dengan tingkatan eselon. “Rektor universitas negeri yang adalah level eselon 1 akan dipercaya sebagai ketua dan wakil ketua bersama Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi, sekretaris Kepala LPMP dan anggota, adalah seluruh kepala dinas pendidikan dari 15 kabupaten/kota,” sebutnya.

Diketahui, LPMP yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi memberikan penghargaan kepada pemerintah khususnya di 3 kabupaten/kota atas dukungan dan komitmen dalam melaksanakan program sekolah penggerak. Yakni, Kota Manado, Kota Bitung dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Turut hadir Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Chatarina Muliana Girsang (virtual), Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd, Rektor Delmus Puneri Salim SAg MA MRes PhD dan jajaran Kepala Dinas Pendidikan dari 15 kabupaten/kota.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here