Prof Kumaat Teken MoU Bersama Para Rektor Perempuan Indonesia

Rektor Unsrat Prof Ellen Joan Kumaat meneken MoU bersama para rektor perempuan Indonesia
IMG-20210818-WA0009

Manado, Sulutreview.com – Momentum Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April menjadi dorongan semangat baru bagi rektor-rektor perempuan di Indonesia untuk melakukan terobosan.

Hal itu direspon oleh Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA dengan meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) demi kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan, pada Rabu (21/05/2021).

Bacaan Lainnya

Ruang lingkup Kesepahaman Bersama ini meliputi kegiatan yang menyangkut pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selanjutnya, Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka, meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Tata Kelola serta pengembangan di bidang pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender serta kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak.

Prof Kumaat mengungkapkan bahwa Unsrat, telah banyak melakukan penelitian yang bertema tentang perempuan. Hal itu diikuti dengan berbagai kegiatan yang menyasar pemberdayaan terhadap perempuan.

“Unsrat telah banyak melakukan penelitian yang bertema tentang partisipasi dan peran perempuan. Untuk itu, kepada seluruh civitas akademika, diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memajukan Unsrat,” katanya.

Diketahui, kegiatan yang digagas Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung ini, menggandeng 11 Perguruan Tinggi yakni Unsrat, Universitas Negeri Manado (Unima),
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Nasional, Universitas Singaperbangsa Karawang, UPN Veteran Jakarta, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Udayana dan Universitas Hasanuddin.

Karena masih dalam suasana pandemi, penyelenggaraan penandatanganan MoU ini dilaksanakan secara luring dan daring.

Pada kesempatan ini juga, dibacakan surat-surat Kartini yang merupakan buah pemikiran emansipasi wanita di Indonesia yang dikirimkan Kartini kepada kepada teman-temannya di Belanda.

Diharapkan melalui MoU yang telah diteken akan menjadi landasan dan upaya mengembangkan ilmu seni yang dirasa penting dengan berbagai disiplin ilmu.(hilda)

banner 300x250