Bitung  

Sekira 900 Penambang Emas Mulai Tinggalkan Pinasungkulan Bitung

Salah satu lokasi penambangan emas yang sudah ditinggalkan penambang di Pinasungkulan

Bitung, Sulutreview.com– Kabar sebelumnya, bahwa lokasi di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Sulawesi Utara (Sulut), ramai dengan adanya penambang emas dadakan.

Akan tetapi dibeberapa bulan akhir-akhir ini, tersiar kabar kondisi terkini bahwa sudah ada sekira hampir seribuan, penambang perlahan mulai tinggalkan wilayah Pinasungkulan tersebut.

Tak hanya itu saja, buntut mulai ramainya para penambang meninggalkan lokasi penggalian. Membuat pemandangan di wilayah Pinasungkulan terkesan sudah terlihat kumuh karena lokasi penggalian yang ditinggalkan.

Kesan kumuh itu, muncul setelah beberapa lokasi ditinggalkan para penambang karena hasil yang didapatkan tidak sesuai harapan alias merugi.

Pihak Kelurahan Pinasungkulan dan Polisi Sektor Ranowulu pun tak menampik bahwa saat ini sudah ada ratusan penambang yang sudah meninggalkan lokasi Pinasungkulan yang sudah mencapai 900-an orang. Dan jumlah itu terus bertambah setiap hari seiring dengan meruginya para pemodal atau cukong karena kadar emas di PETI Pinasungkulan rendah.

Lurah Pinasungkulan Fransiska Komaling mengatakan bahwa salah satu pemicu para penambang sudah meninggalkan Pinasungkulan salah satunya adalah Kadar emas sudah rendah

“Karena sudah banyak penambang pulang, mengakibatkan lokasi tambang hanya dibiarkan begitu saja sehingga terkesan kumuh karena tidak ada lagi aktivitas,” katanya.

Sebelumnya juga Camat Ranowulu Ir Dolfie Rumampuk sudah membenarkam bahwa para penambang emas di Pinasungkulan sudah mulai meninggalkan lokasi disana karena pendapatan sudah kurang dan juga kadar emas sudah jauh dari harapan.

Kapolsek Ranowulu, Iptu Andri Salmon ketika dikonfirmasi wartawan. Membenarkan bahwa penambang di pinasungkulan sudah banyak yang pulang yang menurutnya lokasi galian emas kini terkesan kumuh karena tidak ada aktivitas.

“Kini kebanyakan hanya tersisa terpal-terpal milik para penambang dan sudah tidak ada aktivitas lagi,” kata Andri.

Dirinya juga membenarkan, alasan kadar emas menjadi pemicu utama penambang meninggalkan Pinasungkulan hingga mengakibatkan para pemodal merugi.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *