Suasana proses vaksinasi di Bitung, inzert Foto Kadis Kesehatan Jeaneste Watuna
Bitung, Sulutreview.com– Sejak bulan Januari tahun 2021 saat Vaksin Covid-19 di Kota Bitung tiba. Membuat pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung, melalui Dinas Kesehatan langsung melakukan penyuntikan secara bertahap yang pertama diawali oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang didalamnya ada Walikota dan Wakil Walikota Bitung.
Apalagi di bulan Februari sampai awal bulan Maret ini. Seluruh instansi bahkan sampai pihak TNI dan Polri serta kalangan Pers sudah mulai dilakukan penyuntikan Vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini.
Yang menarik selama masa penyuntikan vaksin covid-19 ini, ternyata pihak Dinas Kesehatan sudah mendata akan reaksi apa yang dirasakan warga yang paling banyak ditemui bagi yang menerima penyuntikan Vaksin Covid-19.
Berikut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Jeaneste Watuna MKes kepada wartawan soal reaksi yang paling bahyak dialami oleh penerima vaksin.
Jeaneste mengatakan, bahwa memang sampai saat ini belum ada laporan soal warga ataupun kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) soal reaksi yang janggal usai di vaksin Covid-19.
“Sampai saat ini, belum ada laporan warga usai divaksin merasakan hal yang janggal ataupun jatuh sakit berkepanjangan,” tandasnya kepada sejumlah wartawan Rabu (10/03/2021).
Kendati demikian dari hasi tracking dalam pengakuan mereka yang sudah divaksin, kebanyakan merasakan 2 hal. “Pertama kebanyakan merasa ngantuk dan kedua merasa nafsu makan bertambah karena selalu merasa lapar saja,” jelasnya.
Kendati demikian, badan terasa capek-capek. “Juga akan dirasakan penerima vaksin, namun hal tersebut tidak berlangsung pada waktu yang lama,” tandasnya.
Untuk itu, sambung mantan Direktur RSUD Bitung ini. Bahwa dirinya menghimbau kepada seluruh penerima vaksin jika mengalami reaksi yang janggal selain 2 hal diatas. “Silahkan melapor ke Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat,” ungkapnya.(zet)













