Amurang, Sulutreview.com – Tunjangan sertifikasi guru (TSG), dipertanyakan ratusan guru di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Padahal, terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Minsel Fietber Raco, menjanjikan bahwa pada Januari 2021 pembayaran sudah dilakukan.
Namun sayangnya sampai bulan Maret ini dana sertifikasi guru tak kunjung cair. “Entah sampai kapan lagi tunjangan sertifikasi kami cair. Meski hanya satu bulan tapi itu sangat bermanfaat,” tutur sejumlah guru-guru Senin (1/3/2021).
Mereka mengaku, sangat kecewa. Sebab dana sertifikasi guru harus mengalami keterlambatan. Dikhawatirkan jangan sampai dana tersebut sudah dialihkan ke pos lain. “Jadi sebenarnya kami hanya ingin kejelasan. Sampai kapan kami harus menunggu. Apalagi ini sudah mau masuk triwulan pertama tahun 2021,” ungkap lagi para guru yang meminta namanya tak ditulis.
Menanggapi hal ini Kadispora Minsel Fietber Raco ketika dimintai keterangan membenarkan hal tersebut. “Iya memang untuk sertifikasi guru triwulan empat bulan Desember belum cair sampai sekarang,” jelas Raco kepada sejumlah wartawan yang dimintai konfirmasi.
Dijelaskannya, penyaluran dana sertifikasi tersebut belum bisa dilakukan karena kucuran dana dari pemerintah pusat tidak mencukupi. “Masih ada sekitar 2 M lebih dibutuhkan. Karena anggaran harusnya Rp64 M dikucurkan tapi pemerintah pusat tidak mencairkan sebanyak itu,” jelasnya.
Raco juga mengaku jika di rekening masih ada sisa anggaran TSG. Namun penyaluran belum dilakukan. “Kalau kami bayar hanya sebagian maka yang lain pasti akan mengamuk. Jadi kami belum bayar,” jelasnya.
Untuk selanjutnya pembayaran TSG tersebut akan dilakukan dalam bentuk carry over. ” Yang pasti kita akan tunggu dari pusat kapan waktunya tergantung dari keuangan Pemkab yang mengajukan,” bebernya.
Disinggung apakah anggaran tersebut tidak digunakan untuk hal lain? Soal pertanyaan ini Raco langsung menyela. “Sama sekali tidak digunakan lain. Itu benar-benar karena kekurangan anggaran dari pusat,” ucapnya.(srv)













