Mitra, SULUTREVIEW – Baru saja difungsikan, keberadaan pos jaga Covid-19 di Minahasa Tenggara (Mitra), langsung dievaluasi. Memaksimalkan pos jaga terkait dengan keberadaan kampung tangguh di setiap desa/kelurahan, menjadi prioritas pihak pemerintah kabupaten (pemkab).
Dukungan penuh pun dialamatkan pihak berwajib, guna mengeliminir penyebaran virus asal Wuhan China, di Bumi Patokan Esa.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) menyoal pos jaga Covid-19 serta kampung tangguh yang telah dicanangkan awal pekan, di Kantor Dinas Pariwisata, puncak Gunung Potong Kecamatan Ratahan Timur, Kamis (11/2/2021), kemarin.
Wakil Bupati (Wabup) Jocke Legi dalam pernyataannya memintakan pos jaga yang ada di desa/kelurahan agar lebih dimaksimalkan lagi. “Posko yang ada di desa lebih maskimal karena sudah berapa hari diberlakukan,” ungkap wabup.
Sementara keberadaan pos jaga dimaksud diakuinya masih membutuhkan sejumlah fasilitas pendukung. “Ditanyakan kepada para kepala kecamatan terkait sejauh mana, kendala teknis apa, tapi sejauh ini belum ada,” ucapnya.
“Namun, ada juga beberapa masalah terkait dengan kesehatan, yakni thermo gun yang merupakan alat pengukur suhu. Tapi pihak kesehatan (Dinas Kesehatan, red) menyatakan kalau rata-rata di desa itu masih ada,” sambung wabup.
Terkait para petugas pos jaga, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak desa. “Yang pasti petugas posko diatur oleh pihak kumtua,” tukasnya.
Sementara, Kapolres AKBP Rudi Hartono memberikan dukungan penuh pihaknya terhadap keberadaan pos jaga di seantero wilayah Mitra. “Jadi kita, TNI/Polri, bersinergitas untuk mendorong program pemerintah yang ada di Mitra,” kata kapolres.
Menurut dia, terkait pos yang dibentuk, hal ini sudah sejalan dengan kampung tangguh nasional. “Kita prioritaskan nanti untuk desa yang ada Covid-nya akan segera di supervisi. Pada intinya kita bergerak bersama-sama untuk bisa mengeliminir penyebaran Covid Nineteen,” tuturnya.
Pengamanan pos jaga oleh pihaknya, kapolres menerangkan akan bersifat patroli namun akan berkesinambungan.
“Pengamanan sifatnya patroli. Masing-masing Bhabinkamtibmas diperintahkan untuk masuk ke desa bersama Babinsa. Dan dari Polres melakukan patroli juga secara berkesinambungan,” jelas kapolres. (*/Jul)













