Jacky Ticoalu
Bitung, Sulutreview.com– Partai Demokrat di Indonesia, belakangan diterpa isu tak sedap yang sempat menggoncangkan Partai berlambang Mercy tersebut.
Pasalnya, Ketua Umum Partai Demokrat yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), digoyang issue yang diduga akan dikudeta yang menggemparkan seluruh warga di Indonesia.
Kabar tersebut entah itu sudah ada kebenarnya atau tidak, namun ternyata hal ini sudah merembet diketahui sampai kejajaran Ketua-Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Indonesia, tak terkecuali di Sulawesi Utara (Sulut), yang salah satunya di Kota Cakalang Bitung.
Ketua DPC Partai Demokrat Bitung Jacky Ticoalu saat dikonfirmasi kalangan wartawan, tak menampik akan kabar tersebut. Tak hanya itu saja, sebab bahkan Ticoalu pun menyampaikan hal yang sangat mengejutkan, apa itu?
Dimana dirinya, sempat ditelpon oleh orang tak dikenal dengan mengimingi uang ratusan juta yang diduga untuk menggeser posisi AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
“Memang ada yang menawarkan begitu, yaitu akan memberikan dana 100 juta, tapi saya tidak menerima hal itu. Mereka melakukan itu, lewat telepon seluler untuk menghubungi saya, namun saya tak tergoda, melainkan tetap berpegang teguh untuk mendukung penuh AHY dan menolak iming-iming uang 100 juta tersebut,” tandasnya.
Jacky menjelaskan bahwa dirinya, masih sangat setia 1.000 persen mendukung AHY, apalagi sebagai Calon Presiden (Capres) dari partai Demokrat pada tahun 2024 mendatang.
“Untuk itu, saya pribadi menyatakan akan mendukung penuh AHY sebagai Capres mendatang. Baginya AHY tidak tergantikan dan harga mati for Presiden 2024,” jelasnya via ponsel kepada sejumlah wartawan Jumat (05/02/2021).
Jacky pun menegaskan, bahwa komitment untuk mendukung AHY sudah bulat oleh seluruh Kader Partai Demokrat di Kota Bitung yang bukan hanya lips service atau isapan jempol belaka.
“Untuk itu, jika nantinya ada kader atau anggota DPRD dari partai Demokrat yang tidak mendukung AHY, tentu saya tidak akan diam untuk tidak segan-segan mengusulkan ke ketua umum untuk dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW),” tandasnya.
Terkait tanggapanya soal kabar Kudeta kepada AHY, dirinya beranggapan bahwa hal tersebut adalah merupakan penghianatan yang Unforgiven (Yang tidak dapat diampuni) di Partai Demokrat.(zet)













