Manado, Sulutreview.com – Hujan deras yang terus menerus mengguyur kota Manado dari pagi hingga malam hari pada Sabtu (16/1/2021) telah mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Kota Manado.
Kondisi ini telah menyebabkan kerugian materil, bahkan memakan korban jiwa akibat tertimbun longsor.
Bencana alam yang menimpa kota Manado, mengetuk pintu hati seorang pengusaha hotel asal kota Manado, Fery Keintjem SE. Ak., pemilik Bahana Hotel Manado.
Lewat beranda akun Facebook-nya, Fery Keintjem menulis sebagai berikut, : “Bagi yang terkena musibah tanah longsor dan banjir, yang membutuhkan tempat untuk tidur, Bahana Hotel Minanga memberikan secara Gratis. Hub 082372887777,” ungkap Ketua Perbanas Kota Manado juga mantan Dirut PD. Pasar Kota Manado.
Saat dihubungi via telpon oleh wartawan, Minggu (17/1/2021), Keintjem mengatakan bahwa ini adalah suatu keterpanggilan hati untuk menggratiskan Bahana Hotel miliknya bagi para korban yang terdampak banjir dan tanah longsor.

“Ini murni keterpanggilan hati. Saya bukan orang kaya raya, tapi orang yang ingin menjadi berkat bagi orang lain. Nah saat banyak orang kehilangan tempat tinggal karena longsor, kemudian banyak rumah digenangi air, kenapa tidak hotel ini saya persilahkan untuk para korban? Saya ingin menyenangkan hati Tuhan dan melayani sesama. Saat ada bencana seperti ini, tidak semua harus menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.
Keintjem menambahkan untuk korban tanah longsor dan banjir bisa datang dan menginap juga makan dan minum di Bahana hotel miliknya
“Hotel saya ini terbuka untuk korban terdampak langsung banjir atau tanah longsor. Bisa datang dan tidur di sini. Tiga hari pun tidak mengapa. Nanti ada juga makan minum untuk kita bersama. Intinya torang saling membantu. Hidup itu bukan hanya untuk senang saja,” ungkapnya
Bahana Hotel milik Fery Keintjem terletak di Minanga, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, memiliki 32 kamar dengan fasilitas yang lengkap.(Lina)













