Maurits Mantiri Memprogramkan Bitung Jadi Kota Digital City

0
346

Maurits Mantiri (kanan) Tampil memukau di debat calon walikota

Bitung, Sulutreview.com-Debat Calon Walikota Bitung, yang digagas oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bitung pada Senin (08/11/2020) di salah satu Hotel di Kota Bitung, berlangsung alot dan tegang.

Kendati pada siaran langsung awal via live streaming, sempat mengalami problem. Akan tetapi pada memasuki acara siaran, sudah bisa berjalan baik meskipun hujan komplain dari netizen nyaris muncul namun bisa terkendali.

Dalam debat ini, awalnya pihak pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), membacakan terkait kiat-kiat apa yang harus dilakukan oleh pihak Calon Walikota terkait badai perikanan yang melanda Kota Bitung, yang membuat sektor Perikanan kian terpuruk.

Akan tetapi, pada pertanyaan pihak KPU tersebut, langsung dijawab secara taktis dan masuk akal serta oleh Calon Walikota PDI Perjuangan Bitung nomor urut 3 Ir Maurits Mantiri dalam membangun kembali kejayaan Kota Perikanan di Kota Bitung ini.

Salah satu jawaban konkrit yang dilayangkan oleh Ir Maurits Mantiri MM terhadap jawaban atau solusi dari terpuruknya dunia Perikanan di Bitung adalah akan berjuang secara cepat untuk memudahkan pengurusan dan mempercepat setiap izin operasional kapal untuk kelancaran para nelayan mencari ikan dilaut dan kelihatan menguasai akan konsep bagaimana membangunkan kembali akan sektor Perikanan.

Apalagi dalam debat calon tersebut, Maurits Mantiri terlihat memukau, Percaya Diri dan tampil Responsif dalam menjawab dan memberikan penjelasan secara jelas setiap pertanyaan yang tertuju kepadanya.

Kendati demikian, Hal ini pun dijawab, oleh Calon Walikota Max J Lomban dan Victorine Lengkong yang mengatakan akan melakukan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta sektor Pariwisata.

Selain itu juga pada Debat calon ini, Maurits menyampaikan bahwa untuk membuat rakyat tersenyum, adalah alasan pasangan calon Maurits Mantiri dan Hengky Honanadar berjuang.

“Saya bersama Pak Hengky akan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat adalah tugas utama Paslon nomor urut 3 ke depan. Kami tidak akan biarkan masyarakat yang miskin akan menjadi miskin,” ungkapnya.

Yang menarik di era Digital saat ini, Maurits menyampaikan bahwa jika terpilih memimpin Bitung sesuai penyesuaian era digitalisasi saat ini. maka dirinya telah merancang atau memprogramkan bahwa jika Tuhan berkenan dirinya memimpin Bitung maka dirinya akan menyulap dan menjadikan Kota Bitung, menjadi Kota Digital City di Era Industri 4.0 menjadikan ide besar MM-HH, untuk memajukan kota dengan data digital kependudukan yang paripurna.

“Sehingga diera MM-HH tidak ada lagi program yang tidak tempat sasaran apalagi bantuan yang diskriminatif atau pilih-pilih karena semua berdasarkan data,” katanya.

Selain itu juga, dirinya akan membentuk kelurahan hebat, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dan pembangunan ekonomi.

“Kami akan memudahkan rakyat untuk mendapatkan akses informasi dalam mengembangkan usahanya serta membuka ruang rakyat untuk mengkoreksi pemerintah agar dapat melakukan respon cepat melayani rakyat,” ujarnya sembari mengatakan, digitalisasi juga untuk membuka pelayanan publik agar hidup rakyat lebih mudah bahkan rakyat mengetahui betul, apa yang dilakukan pemerintah termasuk saat pemerintah menata anggaran.

Selain itu juga, Maurits menegaskan dalam setiap kepemimpinanya akan tetap menghargai kerja sama dan meninggalkan kepemimpinan yang hanya mengejar penghargaan, namun tidak mendengar realitas.

“Apa artinya segudang penghargaan tanpa di ikuti, dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kepemimpinan itu adalah teladan untuk pemerintahan yang beroroentasi pada solusi bukan sekedar pencitraan,” tegasnya.

Maurits juga menambahkan, kepemimpinan yang berdiri dijalan yang benar yaitu sepakat setia, kepada rakyat demi mewujudkan dan MM-HH.

Kepemimpinan melayani masyarakat hari-hari, memperhatikan masyarakat hari-hari dan mencintai masyarakat hari-hari.

Usai acara debat, Maurits Mantiri sangat optimis menjadikan Bitung menjadi Digital City akan segera terwujud. Apalagi jejak bukti untuk menjadikan hal tersebut akses internet akan diperluas sesuai program pemaasangan 1000 titik WIFI yang saat ini di Bitung sudah berjalan sebab sudah hampir 50-an lebih sudah terpasang di beberapa lokasi di Kota Bitung. “Untuk program saya dan Pak Hengky bukan program bise-bisa saja, melainkan dilakukan secara transparan dan terbuka,” ujarnya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here