Suasana kantor DLH Bitung didemo puluhan penyapu jalan
Bitung, Sulutreview.com-Kondisi Kota Bitung yang masih aman terkendali di tahun Politik saat ini. Tiba-tiba mendadak diributkan dengan datangnya hampir ratusan penyapu jalan mengepung di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang berada di kompleks perkantoran di wilayah Kelurahan Wangurer.
Terpantau, aksi penyapu jalan dan kalangan sopir sampah yang hampir ratusan orang ini datang di kantor DLH ini, terjadi sekitar pukul 12:00 WITA Jumat (06/11/2020).

Beberapa penyapu jalan mengakui, bahwa maksud dan tujuan mereka untuk datang di kantor DLH ini, untuk mempertanyakan gaji mereka yang menunggak sudah berjalan 2 minggu.
“Iya kami datang kesini menanyakan kepada DLH, karena kami sudah 2 minggu belum terimah gaji,” aku mereka.
Sementara yang lainya, mengatakan bahwa gaji per-minggu bagi mereka yang berkisar 560 ribu sangat berarti. Salah satunya untuk membiayai akan keperluan keluarga mereka yang masih dibilang dibawah garis miskin.
Salah satu pejabat di DLH Audy Tulenan SIP saat ditemui di tengah-tengah kalangan penyapu jalan di depan kantor DLH mengatakan bahwa benar salah satu alasan kalangan penyapu jalan datang kesini soal gaji mereka yang sudah 2 minggu katanya belum terbayar.
“Sebenarnya aspirasi kalangan penyapu jalan ini, akan diterima oleh Pak Kadis. Akan tetapi beliau masih sembahyang di Masjid dan nanti usai sembahyang akan segera dijelaskan oleh Kadis,” ujar mantan Ketua Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Bitung ini.
Sementara itu Kepala DLH Kota Bitung Sadat Minabari MS.i saat dikonfirmasi wartawan, membantah kalau aksi kalangan penyapu jalan di depan kantornya adalah demo, melainkan hanya pertemuan yang memang mereka (kalangan penyapu jalan red) diundang, “Ini bukan demo malahan kalangan penyapu jalan ini diundang untuk mengikuti pertemuan untuk menjelaskan kenapa gaji menunggak,” katanya.
Lebih jauh Sadat menjelaskan, bahwa keterlambatan pembayaran ini, bukanlah kesengajaan. Namun masih menunggu akan pwrubahan angaran Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
“Ya dalam koordinasi kami dengan pihak Badan Keuangan Pemkot masih menunggu DPA Perubahan yang merupakan dokumen yang memuat pendapatan dan belanja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran,” ujar Sadat.
Ditanya kapan, untuk kepastian realisasi pembayaran gaji para penyapu jalan ini. Menurutnya, adalah jika tak ada aral melintang pekan depan akan terbayarkan. “Saya barusan telah rapat dan menyampaikan akan hal ini kepada kalangan penyapu jalan di Kota Bitung ini,” ujarnya.(zet)













