Ditanya CEP Soal Stunting, VAP Mengaku tak Mengerti

0
283
Paslon VAP-HR

Minahasa, Sulutreview.com – Debat publik pertama yang diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) telah selesai digelar di Makatete Hills, Kamis (05/11/2020).

Menariknya, dalam sesi melontarkan pertanyaan antar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulut  tentang kesehatan itu, sempat memunculkan tanya.

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu tema debat yang di perdebatkan oleh tiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara. Pertanyaan dari calon gubernur nomor urut 1, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yakni terkait penanganan stunting pada masyarakat, tidak bisa dijawab oleh calon gubernur nomor urut 2, Vonny Anneke Panambunan (VAP).

Paruntu memberikan pertanyaan kepada dua pasang calon Gubernur yang lain terkait strategi apa yang akan dilakukan dalam penanganan stunting gizi buruk di masyakarat, bilamana terpilih menjadi gubernur di Sulawesi Utara.

Menanggapi pertanyaan dari Paruntu, Panambunan mengakui bahwa dirinya tidak mengerti apa itu stunting bahkan dia terdengar mengatakan starting.

“Kita nda mangarti itu stunting memang,” kata Panambunan.

Panambunan dengan gaya bahasanya lanjut memberikan jawabannya yang tidak sesuai dengan pertanyaan.

Ditanya soal penanganan stunting gizi buruk, VAP malah menjawab penanganan Covid-19.

“Yang kita cuma tahu bahwa kalo kita jadi Gubernur, kalo itu Covid torang berdoa kong torang kase makan itu masyarakat deng jaga jarak, cuci tangan, pake masker dan jaga kesehatan, kase vitamin pa dorang kong jadi sehat. Cuma itu kita pe maksud kalo kita jadi gubernur,” tegas Panambunan.

Di pihak lain, Olly Dondokambey menjelaskan bahwa stunting adalah persoalan panjang yang harus terus diperhatikan oleh pemerintah.

“Persoalan stunting bukan cuma persoalan gizi buruk tapi edukasi bagi ibu-ibu dan bapak-bapak dalam rangka penanganan stunting ini,” kata Olly.

Olly juga mengatakan ada beberapa program dalam menangangi stunting ini, yakni meningkatkan pembangunan dan fasilitas posyandu dan penyedian makanan bergizi ke sekolah-sekolah seperti susu dan telur.

“Ke depan tentunya akan tingkatkan pembangunan dan fasilitas posyandu agar supaya bayi-bayi kita kedepannya akan mendapatkan konsumsi 4 sehat 5 sempurna,” ujar Olly.

“Kita akan bagikan di sekolah-sekolah susu dan telur,” ucap Olly.

Di akhir jawabannya atas pertanyaan Paruntu terkait stunting, Olly mengatakan yakin dan percaya bahwa stunting di Provinsi Sulawesi Utara akan hilang.

“Kedepan setelah menjadi gubernur,  kembali akan melanjutkan visi dan misi. Saya yakin dan percaya stunting di Provinsi Sulawesi Utara pasti akan hilang,” tutup Olly Dondokambey.(lina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here