UMP Sulut 2021 Sama dengan 2020

0
192
Pengumuman penetapan yang disampaikan Fatoni ini dikeluarkan di Manado, Kamis (4/11/2020).

Manado, Sulutreview.com – Besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan mulai berlaku di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) awal 2021 ditetapkan sebesar Rp 3.310.723 per bulan atau sama seperti tahun 2020.

Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni mengatakan besaran UMP Sulut 2021 menduduki posisi ketiga tertinggi di seluruh Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta yang UMP-nya ditetapkan sebesar Rp 4.416.186 dan Provinsi Papua sebesar Rp 3.516.700.

Pengumuman penetapan yang disampaikan Fatoni ini dikeluarkan di Manado, Kamis (4/11/2020).

“Belum adanya perubahan besaran UMP, lebih disebabkan oleh kondisi perekonomian di masa pandemi Covid-19,” kata Fatoni.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Pjs Gubernur Sulut Nomor 330 Tahun 2020 Tanggal 31 Oktober 2020 tentang UMP Tahun 2020.

“Penetapan UMP juga mempertimbangkan rekomendasi dewan pengupahan provinsi sesuai dengan pasal 45 ayat 3 peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan,” kata Ketua Dewan Pengupahan Ronny Maramis.

Selain itu, berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/11/HK.04/X/2020 tanggal 26 Oktober 2020 tentang penetapan upah minimum tahun 2021 pada masa pandemi Covid-19 menyampaikan bahwa melakukan penyesuaian penetapan nilai UMP tahun 2021 sama dengan nilai UMP tahun 2020 dan juga melaksanakan penetapan UMP setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan Perundang-undangan.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan Surat Menteri Ketenagakerjaan dimaksud bahwa UMP Sulut Tahun 2021 adalah sebesar Rp. 3.310.723.

Penetapan ini dapat ditinjau kembali dengan menyesuaikan kondisi perekonomian tahun 2021.

Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Daerah Sulut Erny Tumundo, bahwa Menaker Ida Fauziyah, menyampaikan agar daerah menyesuaikan UMP 2021 sesuai surat edaran.

“Dalam surat edaran Menaker disebutkan bahwa UMP 2021 sama dengan UMP 2020. Penetapan ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Ada formula sebagai acuannya, yakni inflasi pandemi Covid-19, di mana rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah minus. Dengan demikian UMP Sulut tidak naik dan tidak turun,” jelasnya.

Turut hadir Sekdaprov Sulut Edwin Silangen.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here