Arbonas : Peran Pers Sangat Penting dalam Membangun Perekonomian

Kepala BI Sulut Arbonas Hutabarat bersama pewarta

Manado, Sulutreview.com – Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Arbonas Hubarat memberikan apresiasi atas kontribusi dan peran pers yang telah memberitakan pembangunan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Kata Arbonas, para pewarta ekonomi memiliki andil dalam mendorong pembangunan daerah. Terutama dalam mewartakan berita-berita yang positif serta masukan yang membangun di saat menghadapi pandemi Covid-19. Bukan memberitakan yang justru meresahkan masyarakat.

“Sangat membahagiakan bagi saya dapat hadir di tengah-tengah para rekan pewarta ekonomi, yang memiliki andil besar dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Arbonas pada Media Gathering yang digagas Bank Indonesia di Hotel Mercure, Selasa (3/11/2020) hingga Kamis (4/11/2020).

Media gathering BI Sulut, tambah Arbonas merupakan pertemuan rutin antara Bank
Indonesia dengan para pewarta ekonomi di Sulawesi Utara yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2016.

“Kami memandang bahwa kegiatan ini merupakan pertemuan yang strategis bagi kita semua terutama di dalam menjembatani komunikasi kebijakan-kebijakan Bank Indonesia dan kondisi perekonomian terkini kepada masyarakat dengan baik,” ujar Arbonas sembari menambahkan pandemi Covid-19 telah membawa dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia secara masif, termasuk di Sulut.

Sejak Maret 2020, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah menerapkan pembatasan social untuk
mencegah penularan Covid-19 yang lebih meluas. Hal ini tentunya berdampak langsung pada hampir seluruh sektor
perekonomian di nasional dan daerah.

Arbonas Hutabarat

Pada triwulan III 2020, pertumbuhan ekonomi seluruh provinsi di Indonesia
mengalami kontraksi. Beberapa pakar memprediksi bahwa situasi pandemi ini bisa akan terus berlanjut hingga tahun 2022, dan ekonomi akan stabil pada tahun 2024.

“Peran media sangat penting dalam situasi seperti saat ini untuk menjadi katalisator bagi masyarakat agar tetap optimis dalam berkontribusi membangun negeri menuju
peradaban baru, dunia yang kita sebut sebagai new normal,” tandasnya.

Melalui amanat undang-undang, Bank Indonesia, sambung Arbonas, memiliki
tugas untuk menjaga dan mencapai stabilitas nilai rupiah yang direpresentasikan oleh tingkat inflasi dan nilai tukar.

Dalam pelaksanaan tugasnya itu, Bank Indonesia perlu bersinergi dengan seluruh stakeholder agar dapat mencapai tujuannya, terutama para media massa untuk dapat mentransmisikan kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat dengan baik.

“Untuk itu kami menyelenggarakan kegiatan media gathering ini dengan menerapkan protocol kesehatan yang ketat,” tandasnya.

Diketahui, kegiatan gathering diikuti 25 pewarta ekonomi dari berbagai media, cetak, elektronik dan online.

Turut hadir, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (Sulut) Eko Irianto dan sejumlah staf penyelenggara, Kepala Kehumasan Nola Pangau dan Yudha Kristianto.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *